Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Harusnya Anies Mulai Nyapres Tahun 2019 tapi Ditolak, Akhirnya Terkuak Juga

Harusnya Anies Mulai Nyapres Tahun 2019 tapi Ditolak, Akhirnya Terkuak Juga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tawaran menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pemilu 2019 pernah ditolak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jadi ketika di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Saya tidak bersedia, bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres saya bilang tidak bersedia," kata Anies saat bersilaturahmi dengan awak media di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga: Tak Dukung Anies Baswedan, Loyalis Habib Rizieq Tegaskan: Imam Saya Bukan Surya Paloh!

Ia beralasan menolak tawaran itu karena ingin menuntaskan masa jabatannya selama lima tahun sebagai gubernur DKI.

"Saya janji untuk di Jakarta lima tahun dan janji lima tahun itu kami ingin pegang," katanya.

Namun, ia tidak menjelaskan pihak yang memberikan tawaran untuk maju pada Pilpres 2019. Dalam kesempatan itu, ia mengenang ketika pertama dilantik menjadi gubernur DKI pada Oktober 2017 bersama Wakil Gubernur DKI saat itu, Sandiaga Uno.

Anies kemudian menuturkan, setahun kemudian ditinggal oleh Sandiaga Uno karena maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Jabatan wakil gubernur saat itu kemudian kosong sejak 2018 hingga April 2020 saat Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria akhirnya menemani Anies menyelesaikan masa kepimpinan 2017-2022.

Ia pun mengibaratkan bermitra dengan Riza Patria seperti bermain bulutangkis yang saling melengkapi.

"Itu selama masa kosong, masa pandemi, memang terasa betul. Setelah ada Pak Ariza, itu saya merasa sekali tugas sebagai gubernur itu luar biasa terbantu," ucap Anies.

Anies dan Riza Patria akan mengakhiri masa kepemimpinan pada 16 Oktober 2022. Adapun pengganti Anies akan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo yang memilih satu dari tiga nama kandidat calon penjabat Gubernur DKI.

Adapun tiga nama yang sudah diserahkan Kementerian Dalam Negeri kepada Presiden Jokowi yakni Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Baca Juga: Catat! Ini Jurus Jitu OJK Untuk Cegah Pencucian Uang di Industri Pergadaian

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: