Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Duh! China Lockdown Lagi, Tempat-tempat Wisata Kena Imbasnya

Duh! China Lockdown Lagi, Tempat-tempat Wisata Kena Imbasnya Kredit Foto: Reuters/Paul Yeung
Warta Ekonomi, Beijing -

Sejumlah objek wisata di China dikenai penguncian wilayah atau lockdown menjelang berakhirnya musim liburan Hari Nasional. Penerapan lockdown ini karena dipicu kekhawatiran meluasnya penularan COVID-19 varian Omicron BF.7.

Objek wisata perbukitan Zhangjiajie di Provinsi Hunan dan beberapa wilayah lainnya diberlakukan manajemen statis, istilah baru yang dipakai otoritas kesehatan China untuk menggantikan istilah lockdown, mulai Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: China Terapkan Lockdown, Harga CPO Ambles 6,16%

Zhangjiajie yang berada di wilayah tengah China dalam beberapa tahun terakhir dibanjiri wisatawan karena ketenarannya setelah menjadi lokasi pengambilan gambar untuk film Avatar.

Pengelola objek wisata Kota Tua Fenghuang di Provinsi Hunan, Jumat, menyatakan permintaan maaf kepada para pengunjung yang telantar setelah ditemukan lima kasus positif. Pihaknya berjanji akan menggratiskan tiket masuk pada 2023 kepada para pengunjung objek wisata kelas A yang telantar tersebut.

Kota Haikou di Provinsi Hainan juga mengumumkan manajemen statis sementara mulai Kamis pukul 07.00 waktu setempat (06.00 WIB) hingga Jumat pukul 22.00. Kebijakan tersebut diambil setelah kota di pulau tropis di wilayah selatan China itu terdapat tujuh kasus positif sejak Rabu (5/10/2022).

Beberapa kota lain memperketat kebijakan antipandemi melalui pemeriksaan suhu badan dan kartu kesehatan di pusat-pusat transportasi publik, termasuk persyaratan membuat janji terlebih dulu sebelum memasuki pusat keramaian.

Media China mencatat beberapa kota yang memperketat arus keluar-masuk orang di antaranya, Shanghai, Chongqing, Nanjing di Provinsi Jiangsu, dan Urumqi di Daerah Otonomi Xinjiang selama tujuh hari musim liburan Hari Nasional mulai Sabtu (1/10/2022).

Kasus Omicron BF.7 di China pertama kali ditemukan di Hohhot, Daerah Otonomi Mongolia Dalam pada 28 September 2022. Hingga Kamis di Mongolia Dalam terdapat 381 kasus positif dan 1.554 kasus tanpa gejala, mayoritas kasus ditemukan di Kota Hohhot .

Beberapa wilayah di Mongolia Dalam lainnya, termasuk di Ulanhot, dikenai manajemen statis mulai Jumat hingga Minggu (9/10/2022).

Orang yang pernah positif dan pernah mendapatkan vaksin COVID-19 sangat mungkin tertular varian Omicron BF.7.

Saat ini China juga sedang bersiap menggelar hajatan politik akbar lima tahunan, Kongres ke-20 Partai Komunis China (CPC) mulai 16 Oktober mendatang.

Baca Juga: Dilindungi Sejak Pemeriksaan Polisi Hingga Sidang, Hakim Minta Bharada E Jujur Soal Kasus Yosua: Saudara Sudah Membuka Kotak Pandora Ini

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: