Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Didimax : Temukan Peluang di Tengah Resesi

Didimax : Temukan Peluang di Tengah Resesi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meski perekonomian global dihantui resesi dan melonjaknya inflasi seiring dengan berlangsungnya perang Rusia dan Ukraina dan pasca pandemi Covid-19, Trading Forex online Didimax nyatanya masih ada peluang menjadi pilihan terbaik untuk tetap cuan. Hal ini disampaikan oleh Reza Aswin, Senior Fundamental Analyst Didimax, Kamis 27 Oktober 2022.

Menurut Reza, bila secara global banyak negara mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi negativi, namun Indonesia sendiri sampai saat ini masih menunjukan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dimana GDP Indonesia masih berada pada area positif yaitu 3,72% dari – 0,95 pada kuartal kedua. Data pengangguran menurun dari 6,49% menjadi 5,83% pada bulan lalu serta cadangan devisa Indonesia naik dari $407 juta menjadi $3853 juta dan Penjualan Retail meningkat dari -3,1% menjadi 0,8%. 

“Data data ini menunjukan bahwa Indonesia sampai saat ini masih mampu bertahan dari keadaan ekonomi global yang mulai melemah. Untuk kedepannya keadaan ini tentunya akan terpengaruh sangat signifikan apabila ditahun depan terjadi resesi global karena akan sangat mempengaruhi angka ekspor dan import Indonesia, sehingga kebijakan moneter dan fiscal Indonesia ke depannya akan sangat menentukan apakah Indonesia akan terseret kedalam resesi atau justru menjadi negara paling aman bagi para investor didunia, karena pertumbuhan ekonomi yang sangat stabil.”

Reza mengatakan, di tengah ketidak pastian dan tekanan ekonomi global, bagi investor ada baiknya pilih aset trading yang bersifat safe haven seperti, logam mulia dan forex. “Emas dan perak dikenal memiliki nilai yang lebih aman di tengah kondisi pasar global yang dinamis. Logam mulia dinilai sangat menguntungkan karena tahan terhadap inflasi, memiliki likuiditas tinggi, dan memiliki nilai yang universal. Sementara dolar AS masih menjadi patokan untuk mengukur valuasi di pasar finansial dan mata uang cadangan di banyak negara.”

Lanjutnya, “Walaupun kondisi pasar di tengah ketidakpastian, penting bagi trader untuk memiliki portofolio trading yang terdiversifikasi agar meminimalisir risiko tak terduga. Di Didimax, terdapat berbagai pilihan aset safe haven yang dapat Anda perdagangkan. Sebagai pelopor perdagangan pasar berjangka di Indonesia, Didimax sudah terjamin legalitasnya di bawah pengawasan Bappebti dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” pungkasnya. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tamblang di Buleleng

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: