Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sri Mulyani Bilang Ketidakpastian Ekonomi Global Semakin Tinggi

Sri Mulyani Bilang Ketidakpastian Ekonomi Global Semakin Tinggi Kredit Foto: Antara/POOL/Nyoman Budhiana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah terus mewaspadai perkembangan dari risiko global. Menurutnya kinerja dari perekonomian global terlihat melambat dengan risiko ketidakpastian yang semakin tinggi.

Untuk itu pemerintah akan menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memperkuat koordinasi. “Kinerja dari perekonomian global terlihat melambat. Perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi di sejumlah negara maju terutama Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok. Ini tercermin pada Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufacturing global bulan September 2022 yang masuk ke zona kontraksi pada level 49,8,” Kata Menkeu, kemarin.

Sri Mulyani menambahkan perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu tekanan inflasi tinggi, fragmentasi ekonomi global, perdagangan dan investasi, serta dampak dari pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari otoritas moneter di negara-negara maju.

Meski begitu, kata dia perbaikan ekonomi domestik Indonesia masih terus berlanjut. Ini ditopang dengan agregat demand yaitu berupa konsumsi swasta yang masih tetap kuat di tengah kenaikan inflasi, investasi non bangunan yang meningkat, serta kinerja ekspor yang masih terjaga.

Baca Juga: Teten Bakal Pangkas Proses Sertifikasi Halal UMKM Menjadi Tiga Hari

Pada bulan Oktober 2022, PMI Manufaktur Indonesia masih masuk di dalam zona ekspansif di level 51,8, pada September 2022 Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 5,5% (yoy), sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga masih menunjukkan persepsi konsumen yang ekspansif yaitu di level 117,2.

“Perbaikan ekonomi nasional juga terlihat pada kinerja lapangan usaha utama, yaitu sektor Perdagangan, Pertambangan, serta Pertanian. Dengan demikian kita melihat dari sisi demand konsumen masih cukup kuat, eksport masih baik, dan dari sisi supply lapangan usaha utama seperti perdagangan, pertambangan, dan pertanian juga menunjukan kinerja yang masih baik,” pungkas Sri Mulyani.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: