Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hersubeno Arief: Boleh Menuntut Presiden Mundur, yang Tidak Boleh Itu Presiden Maju Sampai 3 Periode

Hersubeno Arief: Boleh Menuntut Presiden Mundur, yang Tidak Boleh Itu Presiden Maju Sampai 3 Periode Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jurnalis senior Hersubeno Arief dalam sebuah video yang diunggah di platform YouTube akun Rocky Gerung Official berjudul "MENGAPA SETIAP KALI ADA UNJUK RASA JOKOWI KABUR DARI ISTANA?" menyampaikan pendapatnya bahwa demokrasi yang proporsional adalah termasuk mencakup hak publik atau hak rakyat dan warga negara untuk melakukan unjuk rasa. Namun dalam hal ini, Hersubeno Arief menyayangkan pada wajah demonstrasi yang dianggap sebagai hal buruk.

"Di Indonesia ini kelihatannya seolah-olah kalau unjuk rasa itu identik bahwa itu akan terjadi kerusuhan atau kekacauan dan itu yang kemudian membuat aparat keamanan bertindak represif dalam soal unjuk rasa. Padahal kan sebenarnya hak menyatakan pendapat itu dijamin daripada konstitusi kan," tutur Hersubeno Arief dalam video yang diunggah pada Sabtu (5/11/2022) tersebut.

Baca Juga: Dianggap Selalu Kabur Hindari Demo, Rocky Gerung Sebut Jokowi Pengecut

Menyetujui pandangan Hersubeno Arief, Rocky Gerung yang turut hadir dalam perbincangan itu menyampaikan bahwa hak demonstrasi rakyat harus dijaga karena pada dasarnya hal tersebut tidaklah merusak demontrasi. Karena demonstrasilah yang jutsru akan menghidupkan demokrasi.

"Nah kalau alasannya itu berbahaya, di mana ada demonstrasi yang tidak menimbulkan semacam kerusushan? Tetapi tidak ada kerusuhan yang membahayakan demokrasi, kalau betul-betul aparat itu bekerja sesuai dengan SOP kan," ujar Rocky Gerung menekankan bahwa demonstrasi tidak akan menjadi membahayakan bila aparat keamanan bekerja dengan menggunakan SOP yang benar.

Kemudian mengaitkan pada Demo 411 yang baru-baru ini dilaksanakan oleh demonstran pada 4 November lalu, Rokcy Gerung menyatakan, "demikian juga soal demonstrasi, Presiden pasti tahu bahwa oh ini akan ada potensi jadi kerusuhan sehingga dia pergi dari situ. Justru dia pergi dari situ menimbulkan semacam dendam sehingga nanti akan balik lagi demonstrannya."

Ia mengingatkan apabila Presiden Joko Widodo datang menemui demonstran dengan pengamanan yang sesuai dengan SOP seperti halnya yang pernah dilakukan Presiden Jokowi saat menemui demonstran 212 lalu, maka tidak terjadi apa-apa. Karena pada dasarnya rakyat hanya ingin mengeluh kepada pemimpinnya. Namun dalam hal ini Presiden Jokowi dianggap telah kabur melarikan diri dari demonstrasi yang digelar dan tidak bertanggungjawab sebagai seorang pemimpin.

Melihat kembali pada cuplikan video Demo 411 yang digelar di depan Istana Presiden, Hersubeno Arief menyampaikan bahwa dalam demo tersebut memang benar terdapat tuntutan agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Terkait dengan ini Hersubeno berpendapat bahwa tuntutan mundur itu bukan berarti harus makar, seperti apa yang biasanya dianggap oleh orang-orang.

"Tuntutan mundur itu bukan berarti harus makar loh ya. Karena itu dijamin secara konstitusi untuk menuntut seorang Presiden mundur, yang ga boleh itu seorang Presiden yang mau maju terus sampai tiga periode kan. Justru itu yang dilarang oleh konstitusi," ujar Hersubeno Arief.

Memiliki pendapat yang selaras, Rocky Gerung berkata, "ya saya dapat banyak postingan dan banyak buzzer itu menganggap itu sudah makar nih. Lah orang minta presiden mundur itu ada alasannya, kalau ditodong dengan senjata untuk mundur itu namanya makar, ini permintaan dengan analisis kan, ini mundur demi kebaikan bangsa sebetulnya, bukan menghancurkan bangsa. Tapi karena sudah timbul semacam antipati kalau yang ngomong itu oposisi maka itu buruk."

Menurutnya, Presiden Jokowi haruslah jangan bereaksi dengan menganggap bahwa tuntutan untuk presiden mundur adalah bentuk dari tindakan makar. Presiden hanya perlu untuk mendiamkan hal tersebut, karena pada dasarnya itu termasuk ke dalam hal rakyat untuk mengucapkan kejujuran pikiran itu terhalang karena ketakutan akan adanya pidana.

"Kalau saya bilang, Presiden mundur aja karena ga mampu untuk membereskan potensi perpecahan bangsa yang basisnya rasialisme, yang basisnya agama, yang basisnya primordial. Ya saya kasih faktanya kan. Dan memang bangsa ini terbelah kok, sudah berkali-kali presiden meminta supaya udah selesaikan konflik masa lalu, tapi jalan terus, yang provokasi siapa? Ya pihak-pihak presiden, pihak pendukung presiden yang terus menganggap bahwa jangan sampai negara ini jatuh pada pemimpin yang kearab-araban atau islam atau radikal, dan segala macam," ujar Rocky Gerung.

Baca Juga: Gandeng Bank dan Multifinance, Penyaluran Pendanaan Modal Rakyat Sentuh Rp 5,1 Triliun

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel: