Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Media Amerika Kuliti Skenario Pemerintahan Biden yang Borong Ratusan Ribu Amunisi Korea Selatan, Ternyata Oh Ternyata!

Media Amerika Kuliti Skenario Pemerintahan Biden yang Borong Ratusan Ribu Amunisi Korea Selatan, Ternyata Oh Ternyata! Kredit Foto: Reuters/Gleb Garanich

Pada Oktober lalu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol membantah bahwa Seoul telah memberikan senjata mematikan ke Ukraina, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa keputusan seperti itu akan menghancurkan hubungan bilateral mereka.

 "Kami telah memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina dalam aksi solidaritas dengan komunitas internasional tetapi tidak pernah (mengirim) senjata mematikan atau hal semacam itu," kata Yoon kepada wartawan.

Baca Juga: Pengamat Militer Soal Putin Absen di KTT G20: Putin Gak Mau Indonesia Berantem

“Bagaimanapun, ini adalah masalah kedaulatan kami, dan saya ingin Anda tahu bahwa kami berusaha untuk menjaga hubungan yang damai dan baik dengan semua negara di seluruh dunia, termasuk Rusia," ujar Yoon.

Seoul telah menyediakan rompi antipeluru, helm, dan perlengkapan militer non-mematikan lainnya serta pasokan medis ke Ukraina. Korea Selatan telah menolak permintaan pengiriman senjata oleh Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah meminta Korea Selatan untuk menyediakan senjata yang sangat diperlukan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis (10/11/2022) mengatakan, Washington akan memberikan bantuan tambahan senilai 400 juta dolar AS dalam bentuk senjata, amunisi dan peralatan lainnya.

Dengan demikian, total bantuan militer Washington untuk Ukraina mencapai sekitar 19,3 miliar dolar AS

 “Kami akan terus mendukung Ukraina sehingga dapat mempertahankan diri dan berada di posisi sekuat mungkin di meja perundingan ketika saatnya tiba," ujar Blinken.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: