Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Puan Maharani Dihujat Gegara Itaewon-Kanjuruhan, Pacul PDIP Pasang Badan: Kemarin Sudah Ngomong...

Puan Maharani Dihujat Gegara Itaewon-Kanjuruhan, Pacul PDIP Pasang Badan: Kemarin Sudah Ngomong... Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kunjungan Puan Maharani ke Korea Selatan jadi sorotan tajam. Mengenai hal ini, DPP PDI Perjuangan membela Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri yang banjir kritikan usai menyampaikan duka langsung tragedi Itaewon di Korea Selatan. Menurut Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto kunjungan Puan dan Megawati hanya momentum, bukan tujuan sedari awal.

Diketahui kritikan datang lantaran Puan dan Megawati dianggap lebih memilih lokasi jauh, sementara yang terdekat di Malang perihal tragedi Kanjuruhan tidak diperhatikan.

"Ke sana itu bukan untuk ke Itaewon, karena ke sana dalam rangka penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Politik, mba Puan. Dalam pidatonya juga sudah menyatakan rasa belasungkawanya," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2022).

Baca Juga: Prabowo Subianto Mohon Buka Kuping Lebar-lebar! Nggak Usah Kepedean Soal Sinyal dari Jokowi: Dia Cuma Pamer Pernah Mengalahkan Anda!

Ketua Komisi III DPR yang akrab disapa Bambang Pacul itu menjelaskan mengapa Puan dan Megawati tidak berkunjung ke Kanjuruhan. Mennurutnya sejak awal Puan sudah memberikan perhatian kepada Kanjuruhan.

"Kenapa tidak ke Kanjuruhan? Kemarin sudah ngomong, Komisi III juga sudah ngomong, bukan kemudian lebih cinta Korsel daripada Indonesia, you are wrong, anda salah. Ini mereka tidak meletakkan pada konteksnya. Karena kami sudah sampai ke sana ya sekalian," ujar Bambang.

Sementara itu, apakah Puan segera melakukan kunjungan ke Kanjuruhan menyusul banyaknua kritikan, Pacul belum mengetahui.

Baca Juga: Rocky Gerung Bocorkan Kecemasan Jokowi Terkait AHY Umumkan Demokrat Resmi Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Suara.com.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: