Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hakim Agung Terjerat Kasus Korupsi, Waketum Partai Garuda Keheranan: Kenapa Semuanya Jadi Salah Jokowi Sih?

Hakim Agung Terjerat Kasus Korupsi, Waketum Partai Garuda Keheranan: Kenapa Semuanya Jadi Salah Jokowi Sih? Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Teddy Gusnaidi mengaku heran dengan adanya pihak yang menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait ditetapkannya dua oknum hakim agung sebagai tersangka korupsi baru-baru ini. Salah satunya adalah kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Garuda itu merespons permintaan mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun yang menuntut Jokowi bertanggung jawab atas kasus korupsi Hakim Agung.

Baca Juga: Sambut Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Gigin Praginanto Sentil Pendukung Jokowi yang Kerap Hina Arab

"Salah seorang hakim agung menjadi tersangka dugaan suap oleh KPK, tapi yang disalahkan adalah Jokowi, bahkan mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun menuding ini terjadi karena Presiden Jokowi terlalu sibuk urusan politik dan ekonomi daripada hukum dan penegakan hukum," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Selasa (15/11).

Teddy menjelaskan kalau penegakan hukum dianggap lemah, orang-orang yang melakukan korupsi aman-aman saja. Namun, saat ini berbagai pihak yang dulu tampak sulit tersentuh dan dianggap punya privilege mulai tersentuh.

"Siapapun, tidak terkecuali itu orang-orang dekat Presiden Jokowi," tegasnya. Dia juga menilai jika hukum dianggap lemah, orang-orang sangat mudah melakukan korupsi dan lolos dari jerat hukum.

Namun yang terjadi, ketika ada yang coba-coba mengakali untuk melakukan korupsi kini tetap saja terdeteksi dan terjerat hukum. Untuk itu, Teddy menilai hukum sudah ada di sana.

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT Sekaa Teruna Surya Chandra Banjar Kedewatan ke-32

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: