Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cerita Gimana Ngerinya Mengantarkan Titipan Buat SBY, Elite Megawati: Satupun Dia Tak Jawab...

Cerita Gimana Ngerinya Mengantarkan Titipan Buat SBY, Elite Megawati: Satupun Dia Tak Jawab... Kredit Foto: Twitter @gibran_tweet
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus PDI Perjuangan, Panda Nababan menceritakan bagaimana hubungan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurutnya keduanya memang sudah lama memiliki konflik dingin karena diawali oleh sebuah ketidakjujuran.

Baca Juga: Skenario Anies Baswedan Sukses Menjadi Next Jokowi, Elite Megawati Khawatir: Bisa Lanjut Gak Ya...

"Sewaktu Mega jadi presiden itu kan SBY jadi Menkopolkam, kemudian mata dan telinganya Mega itu kan banyak apalagi dia sebagai presiden dia punya sember pada intelijen negera dia juga punya sumber BAIS," ujar Panda Nababan dalam videonya di Kanal Youtube Bang Panda Nababan. 

"Artinya dia bisa melihat dengan transparan gerakannya SBY, cuman orangnya Mega ini kan tidak banyak bicara, sebenarnya Mega itu permintaannya sederhana, yaitu jujur terbuka dan tidak ada sesuatu di belakang lauar," imbuhnya.

Menurut Panda, pihak SBY telah menggoreng komentar sederhana dari Taufik Kiemas sebagai bahan bakar politiknya. 

"Dia itu eksplor yang mengatakan SBY anak kecil, itu pun reaksi atas satu kegenitan dari SBY, yang memancing Taufik Kiemas," ungkap Panda. 

Baca Juga: Skenario Jokowi dan Megawati Satu Frekuensi, Anies Baswedan Sudah Bisa Dipastikan Tak Bisa Melawan!

Tahun 2005, SBY sendiri ingin menemui Megawati namun tak kunjung berhasil. Hingga suatu ketika Megawati mengumpulkan orang terdekatnya dan membahas soal pertemuannya dengan SBY. 

Baca Juga: Tolak Utusan Khusus Soal LGBTQ+ dari AS Bakal ke Indonesia, Ketua MUI: Masih Banyak Persoalan yang Perlu Diselesaikan

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: