Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mengenal Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Pernah Terjerat Kasus Sodomi dan Pernah Diperlakukan Seperti Binatang oleh Rezim

Mengenal Anwar Ibrahim, PM Malaysia yang Pernah Terjerat Kasus Sodomi dan Pernah Diperlakukan Seperti Binatang oleh Rezim Kredit Foto: Reuters/Stringer
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anwar Ibrahim kini resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia. Jejak karirnya pun diduga tengah menjadi perbincangan.

Anwar Ibrahim adalah musuh politik Mahathir Mohamad. Keduanya dainggap duo dalam dunia politik masyarakat pada masanya. Namun, ternyata hubungannya memburuk beberapa saat kemudian.

Krisis antara keduanya muncul bersamaan dengan munculnya krisis keuangan di Asia pada 1997 hingga 1998. Saat itu, Mahathir dan Anwar dilanda perselisihan terkait cara menangani krisis keuangan.

Kontroversi Anwar Ibrahim selanjutnya yakni pernah dijatuhi hukumen enam tahun penjara atas dakwaan korupsi pada 1999.

Setahun kemudian, Anwar Ibrahim menerima hukuman selama 9 tahun penjara terkait tindakan sodomi.

Anwar Ibrahim mengklaim dirinya mengalami persekusi politik. Pernyataan itu pun membuat unjuk rasa di jalanan Malaysia.

Tersebar pula foto Anwar dengan mata hitam dan dipublikasikan oleh surat kabar di dunia. Sosok Anwar Ibrahim menjadi simbol perjuangan seruan ‘Reformasi’ di Malaysia.

Pada 2004, Mahkamah Agung Malaysia membatalkan hukuman yang dijatuhkan kepada Anwar Ibrahim atas kasus sodomi.

Ia pun dibebaskan dari penjara, Anwar Ibrahim pernah berkisah saat kunjungannya ke Indonesia. Saat ia dipenjara, ia merasa tak lagi bugar dan makanan yang dia makan pun dicampakkan dengan plastik seperti binatang.

Baca Juga: Heboh Soal Tambang Ilegal Galian C, Ganjar Pranowo: yang Punya Bisnis Galian C Ngacung! yang Terima Setoran Ngacung! Kita Jujur-jujuran...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: