Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat: Bagaimana Mau Transisi Energi Kalau Masih Ada Kesenjangan Pemahaman?

Pengamat: Bagaimana Mau Transisi Energi Kalau Masih Ada Kesenjangan Pemahaman? Kredit Foto: Antara/Rahmad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, menilai kondisi Indonesia yang mana sebagian besar sumber emisi utamanya berasal dari hutan menjadi sebuah permasalahan dalam menuju transisi energi.

Pasalnya, Daeng mengatakan bahwa hutan Indonesia menjadi tempat utama untuk kegiatan eksploitasi energi fosil, termasuk batu bara dan minyak.

"Maka bagi Indonesia, isu transisi energi ini tidak semata-mata penggunaan energi fosil di bagian hilirnya, tetapi juga terkait eksploitasi di hulunya," ujar Daeng dikutip dari akun YouTube Sinar Harapan Net, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: DPD RI Usulkan Konsep Energi Baru Dihapus dari RUU EBT

Daeng mengatakan bahwa isu transisi energi menjadi masalah bagi sebagian kalangan terutama di kalangan pemerintahan sendiri.

"Misalnya beberapa kali Menteri KLHK pernah bicara bahwa pembangunan infrastruktur di era Jokowi tidak boleh berhenti dikarenakan isu perubahan iklim. Itu sebetulnya karena kesenjangan pemahaman akan pentingnya isu ini bagi Indonesia dan dunia, ini yang membuat isu transisi energi ini ada masalah," ujarnya. 

Lanjutnya, di sisi hilir Indonesia juga masih sangat bergantung pada energi fosil misalnya penggunaan minyak, terutama solar di mana itu sebagai salah satu isu yang krusial di dalam konsumsi energi di Indonesia.

Menurutnya, penggunaan solar yang dengan jumlah cukup besar ini menjadi masalah yang cukup krusial sekali. Satu solar itu sendiri merupakan bahan bakar subsidi. Solar ini disubsidi dengan nilai yang cukup besar dari APBN.

"Masalahnya kemudian menjadi dua di dalam soal subsidi ini, satu solar ini adalah energi kotor yang menghambat transisi energi di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Anies Pegang Tiket Capres 2024, Said Didu: Semoga Muncul Sebagai Sosok dan Kelompok Baru yang Terbebas dari Oligarki

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: