Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Mau Diumbar, Fadli Zon Beber Cara Penentuan Cawapres Prabowo Subianto, Simak!

Tak Mau Diumbar, Fadli Zon Beber Cara Penentuan Cawapres Prabowo Subianto, Simak! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa pencapresan Pilpres 2024 terus jadi perhatian. Mengenai hal ini, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan penentuan cawapres pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 dilakukan secara internal, bukan berpatokan pada survei publik.

Hal itu dikatakan Fadli merespons Survei Charta Politika yang mengungkap elektabilitas Prabowo kalah dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Saya kira, pasti kami gunakan (penelitian) internal dan itu juga akan dilakukan dengan cara-cara yang tidak diumbar," kata Fadli ditemui di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/12).

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menyebut dalam menentukan cawapres untuk Prabowo, Gerindra tidak berpatokan pada peluang menang saja.

Baca Juga: 'Tsunami' Dukungan ke Anies Baswedan Bikin Puyeng Kubu Istana, Refly Harun Nggak Main-main: Dihadang Tambah Besar, Apalagi Kalau Dibiarkan!

Di sisi lain, kata Fadli Zon, Gerindra juga harus memikirkan rekan koalisi dalam menentukan cawapres pendamping Prabowo.

"Tentu kami perlu melihat selain calon itu harus cocok, juga dinamika politik ke depan yang paling menentukan, kira-kira kami akan bersama siapa? Paling tidak, kan, yang sekarang dengan PKB," kata Fadli.

Sementara terkait temuan teranyar Charta Politika soal elektabilitas tokoh yang berpotensi menjadi Capres 2024, Fadli menjawab normatif.

Fadli menyebut Gerindra tidak menjadikan hasil survei terbuka itu pegangan dalam berpolitik sebelum Capres-Cawapres 2024 didaftarkan ke KPU.

"Survei-survei ini, kan, hanya indikator-indikator saja, tidak bisa dijadikan pegangan, apalagi dalam satu situasi bakal calonnya ini masih belum jelas," tuturnya.

Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru berjudul Persepsi Publik Terkait Kinerja Pemerintah dan Peta Elektoral Terkini.

Hasilnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di posisi paling atas dengan elektabilitas 32,6 persen, disusul Anies Baswedan dan Prabowo.

Baca Juga: Ditopang Asuransi Kendaraan, Pertumbuhan Qoala Plus Meningkat 3 Kali Lipat di Sumatera

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: