Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

'Tsunami' Dukungan ke Anies Baswedan Bikin Puyeng Kubu Istana, Refly Harun Nggak Main-main: Dihadang Tambah Besar, Apalagi Kalau Dibiarkan!

'Tsunami' Dukungan ke Anies Baswedan Bikin Puyeng Kubu Istana, Refly Harun Nggak Main-main: Dihadang Tambah Besar, Apalagi Kalau Dibiarkan! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Beberapa waktu terakhir dikabarkan Anies Baswedan mengalami “penjegalan” dengan dicabutnya izin penggunaan ruang publik secara mendadak. Hal ini pun telah dikonfirmasi oleh NasDem selaku partai pertama yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres.

Mengenai fenomena penghadangan laju Anies yang disebut sebagai kandidat terkuat di luar lingkar kekuasaan Jokowi, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun angkat suara. Menurut Refly, fenomena dukungan yang mengalir deras ke Anies pada dasarnya membuat “puyeng” kubu istana terkait kelanjutan rezim mereka di 2024 nanti.

Baca Juga: Pentolan Relawan Terang-terangan di Depan Jokowi Mau Perang dengan Kubu Lawan, Refly Harun Nggak Main-main: Maksudnya Apa?!

“Anies ini memunculkan dilema bagi kekuasaan hari ini menurut saya,” jelas Refly melalui kanal Youtube miliknya dikutip Kamis (1/12/22).

Sebagaimana diketahui, kunjungan Anies ke beberapa daerah telah mengundang antusiasme yang besar dari masyarakat yang memberikan dukungan. Bahkan, kader partai koalisi pemerintahan sudah terang-terangan mengambil sikap untuk mendukung Anies.

Baca Juga: Tukang Becak Ambil Sembako di Acara Relawan Ganjar Pranowo Tapi Malah Blak-blakan Dukung Anies Baswedan, Refly Harun Ngakak: Ini Pelajaran!

Karenanya, Refly menganggap Anies memunculkan dilema bagi penguasa terkait sikap agar laju Anies tak sekuat sekarang ini. Sayangnya, menurut Refly hal itu belum terlalu berhasil.

“Dilemanya adalah dilarang tambah besar, tidak dilarang tambah besar juga,” ungkap Refly.

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 12% pada 2023

Halaman:

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: