Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jadi Solusi Masa Depan, Artificial Intelegence Perlu Dukungan Pemerintah

Jadi Solusi Masa Depan, Artificial Intelegence Perlu Dukungan Pemerintah Kredit Foto: Esri indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bukan tanpa alasan jika Indonesia diyakini akan menjadi pemain utama digital teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) di masa depan. Proses transformasi digital di Indonesia yang terjadi saat ini bisa dikatakan sangat massif. Negara yang kuat adalah negara yang menguasai data, informasi dan teknologi geospasial.

Pemerintah diketahui memiliki aspirasi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul di era ekonomi digital pada tahun 2045. Oleh karena itu, penerapan peta jalan “Making Indonesia 4.0” menjadi salah satu prioritas untuk mengantarkan target visi Indonesia Maju 2045 seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Menurut Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim Badan Informasi Geospasial (BIG) Dr. Ir. Ade Komara, pentingnya percepatan penyediaan peta dasar skala besar sebagai infrastruktur utama yang akan menjadi acuan bagi institusi/industri lain dalam membuat peta-peta tematik sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tantangannya adalah diperlukan teknologi dan metode yang ekonomis, cepat, akurat dan bagus kualitasnya.

Baca Juga: Didukung Google Cloud, BNI Life Kembangkan Artificial Intelligence dan Data Analytics

“Pemanfaatan GeoAI saat ini merupakan teknologi yang memenuhi prasyarat tersebut. Otomasi penggunaan AI dalam aplikasi program di BIG ternyata dapat menghemat lebih dari 79% waktu proses pengolahan data dibanding pengolahan secara manual. GeoAI sangat hemat waktu, hemat energi dan tentu hemat biaya,” papar Ade Komara saat berbicara sebagai keynote speaker dalam GeoAI Summit 2022 yang digagas Esri Indonesia di Hotel Four Season, Jakarta, tadi siang. 

Oleh karena itu, Ade Komara juga menegaskan perlunya memperkuat peran strategis BIG saat ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah. Termasuk meningkatkan koordinasi dan integrasi dengan institusi lain. “Dengan segala keterbatasan, BIG tetap dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mengintegrasikan data dan informasi geospasial yang bisa diakses dengan mudah oleh publik,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Pusdatin (Pusat Data dan Informasi Teknologi) Kementrian PUPR Nazib Faizal juga menjelaskan bahwa pemanfaatan GeoAI saat ini yang diaplikasikan di kementriannya sangat membantu untuk mempercepat proses pengambilan keputusan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan.

“Implementasi GeoAI di Kementerian PUPR sangat signifikan. GeoAI adalah kebutuhan masa depan untuk pengambilan keputusan dengan basis data yang akurat sehingga eksekusi kebijakan bisa tepat sasaran menggunakan parameter-parameter dan data yang cukup valid serta terintegrasi,” jelas Nazib. 

Ia mencontohkan, dalam kasus gempa bumi di Cianjur hal pertama yang dilakukan Kementerian PUPR adalah melakukan monitoring dengan pemanfaatan GeoAI sebagai langkah untuk menentukan titik-titik lokasi dan bangunan yang mengalami kerusakan parah sehingga ada skala prioritas untuk diberikan bantuan secara langsung.

“Karena otak kita terbatas dalam mengolah data, maka kita butuh GeoAI. Kementerian PUPR sudah membangun simpul jaringan berbasis GeoAI,” ungkat Nazib menambahkan. 

Hal serupa juga diutarakan Prayogi Setyo Pratomo, Kepala Departemen Lalu Lintas dan Sekuriti Astra Tol Cipali. Implementasi pemanfaatan GeoAI dilakukan untuk memodernisasi manajemen aset infrastruktur jalan tol. Salah satunya dengan memasang lebih dari 250 CCTV sepanjang 116,75 km Tol Cipali yang dapat dimonitor secara real time di command center. 

“Kami berinovasi dalam monitoring jalan tol berbasis data GeoAI sebagai komitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. GeoAI membantu responce time dengan akurat dan efisien dalam menemukan titik jika terjadi kecelakaan di sepanjang jalan Tol Cipali,” jelas Prayogi.

Baca Juga: Putin Ingin Majukan Kecerdasan Buatan Rusia, Langkah-langkahnya Terkuak

Sebagai pembicara terakhir, Tri Haryo Sagoro (Head GIS Wilmar International Plantation) juga berbagi kisah dari perkebunan kelapa sawit Wilmar yang juga memanfaatkan teknologi GeoAI.

“Dengan teknologi GeoAI, kesehatan tanaman dapat dipantau dan dimitigasi. Selain itu, apabila ada infeksi penyakit, pohon kelapa sawit segera dapat ditangani untuk meminimalisir penyebaran yang akan menimbulkan kerugian lebih banyak. Sekali lagi, teknologi GeoAI adalah solusi,” tandasnya.

Seperti diketahui, GeoAI Summit 2022 diprakarsai oleh Esri Indonesia, sebagai bagian dari Esri global yang merupakan pelopor sekaligus perusahaan penyedia perangkat lunak dan solusi berbasis sistem infomasi geografis terdepan. Menurut Country Manager Esri Indonesia Christanto Yanuar, banyak perusahaan yang menawarkan solusi AI, namun menggabungkan kecerdasan lokasi (data, informasi geografis) dengan AI adalah nilai tambah yang ditawarkan Esri Indonesia.

“Di acara GeoAI Summit 2022, dapat dilihat banyak sekali pemanfaatan GeoAI di berbagai institusi dan industri. Kemampuan mendeteksi objek, menemukan pola dan membuat prediksi, dapat dilihat dan diakses melalui dashboard kapan saja, di mana saja. Bersama BNPB, Esri Indonesia telah mambangun dashboard penanggulangan bencana, untuk mengidentifikasi koordinat yang terkena dampak paling parah untuk menentukan skala prioritas bantuan, seperti pada gempa di Cianjur baru-baru ini,” jelas Christanto.

Ia menambahkan, “Masih banyak lagi yang mampu dilakukan dengan teknologi GeoAI, seperti perencanaan pemasaran, pemilihan lokasi, optimalisasi harga, pemilihan produk, otomatisasi alur kerja untuk memberikan pelayanan dan pengampilan keputusan yang cepat dan tepat.” 

Baca Juga: Kenapa Anak Menganggap Pertemanan Lebih Penting daripada Orang Tua?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel: