Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tetiba Bahas Penundaan Pemilu, Bamsoet Kena Sentil: Ketua MPR Kok Arahkan Masyarakat Langgar Konstitusi?

Tetiba Bahas Penundaan Pemilu, Bamsoet Kena Sentil: Ketua MPR Kok Arahkan Masyarakat Langgar Konstitusi? Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyinggung soal penyelenggaraan Pemilu 2024 yang mesti dipikirkan ulang. Hal itu disampaikan Bamsoet merespons hasil survei terkait tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi kepada kinerja pemerintah Jokowi-Maruf.

Pandangan Bamsoet tersebut lantas dikomentari pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. "Ketua MPR kok mengarahkan masyarakat agar melanggar konstitusi. Kelihatannya dia pengagum Xi Jinping," ujar Gigin Praginanto dikutip dari akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (9/12).

Baca Juga: Ketua MPR Hembuskan Isu Kemungkinan Tiga Periode Presiden Jokowi, Langsung Diskakmat Demokrat: Makin Terlihat Wajah Buruk Pemerintahan!

Sementara itu, menurut Bamsoet, capaian tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf tidak lepas dari segudang prestasi yang dilakukan pemimpin negara. Ia menyebut prestasi Presiden sudah terbukti mulai dari sukses menghadapi Covid-19 hingga lancarnya pelaksanaan KTT G20 di Bali.

"Berbagai kebijakan ekonomi juga baik sehingga kita mampu bertahan di pertumbuhan 5 persen," tutur Bamsoet.

Di sisi lain, terkait Pemilu 2024 yang mesti dipikir ulang, menurut Bamsoet, pernyataannya tersebut dilandaskan pada pandangannya bahwa ada sejumlah potensi yang perlu diwaspadai oleh bangsa dan negara.

Baca Juga: Cak Imin Terancam Karena Ide Duet Prabowo-Ganjar, Gus Jazil Singgung Kemungkinan Melorotnya Elektabilitas Ganjar Usai Tolak Israel

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Berita terkini dari Warta Ekonomi bisa kamu dapatkan di Google News.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: