Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kendalikan Inflasi, Pemkot Depok-BI Resmikan Screen House Budidaya Cabe

Kendalikan Inflasi, Pemkot Depok-BI Resmikan Screen House Budidaya Cabe Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Kota Depok bersama Bank Indonesia (BI) melaksanakan serah terima dan peresmian sarana dan prasarana Screen House Budidaya Cabe yang berada di Jalan Pinang 2 RT 01 RW 15 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo. Upaya ini dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, penyediaan sarana dan prasarana screen house ini merupakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) BI melalui pelaksanaan bantuan program pengembangan urban farming Kota Depok Tahun 2022 oleh perwakilan BI Provinsi Jawa Barat.

Imbuhnya, hal ini dilatarbelakangi oleh harga komoditas pangan yang sering bergejolak di Kota Depok, khususnya tanaman cabe yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi daerah. 

"Pelaksanaan bantuan program pengembangan urban farming Kota Depok Tahun 2022 ini, merupakan salah satu perwujudan kerja sama erat antara Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, maupun dengan stakeholders lainnya dalam kerangka pengembangan urban farming sebagai bagian program ketahanan pangan, ekonomi daerah, menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi," ujarnya, kemarin. 

Widyati menambahkan, bantuan dari CSR BI Perwakilan Provinsi Jawa Barat kepada Kota Depok tahun ini adalah screen house untuk budidaya cabe dengan sistem hidroponik semi otomatis seluas 400 meter persegi. Selain itu, telah dilaksanakan pula pelatihan teknik budidaya menanam cabe secara hidroponik oleh tim ahli dari vendor Bank Indonesia. 

"Selanjutnya pengelola atau pemanfaat dari Screen House tersebut adalah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Limo yang menerima CSR dari perwakilan BI Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dan perwujudan program padat karya masyarakat," tandasnya

Baca Juga: Soal Utang Rp50 M, Kader PSI Skakmat Kubu Anies, Ruhut Singgung Geisz Chalifah: Si Botak Ancol Tersipu Nggak Berkutik

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: