Partai Ummat Tak Lolos Jadi Peserta Pemilu karena Jadi Ancaman? Amien Rais Nggak Main-main: Saya Sekolah di 'Dedengkotnya' Demokrasi!
Desas-desus mengenai penyebab tak lolosnya Partai Ummat jadi peserta Pemilu 2024 mulai ramai diperbincangkan, bahkan mereka sendiri pun mulai bersuara mengenai dugaan keterlibatan penguasa. Sikap kritis Ketua Majelis Syura Partai Ummat sendiri yakni Amien Rais disebut punya kaitan.
Mengenai heboh pernyebab Partai Ummat tak lolos ini, Amien Rais pun angkat suara. Amien menegaskan jika memang alasan partainya tidak diloloskan karena takut dirinya melakukan hal di luar ketentuan yang tak diinginkan, maka itu tidak benar.
“Saya paham Demokrasi, saya sekolah di dedengkotnya demokrasi walau kadang praktikanya di Amerika agak aneh, Saya Ketua Umum Muhammadiyah yang sangat taat kepada aturan main kita punya negara,” ujar Amien Rais saat tampil di Kanal Youtube Karni Ilyas Club, dikutip Minggu (18/12/22).
Amien pun mengaku heran dengan kondisi yang ada saat ini. Ia merasa dirinya yang sudah tua ini dianggap berbahaya bagi kekuasaan.
Padahal sekali lagi ia menjamin bahwa apa yang ia dan Partai Ummat perjuangkan akan tak akan keluar dari ketentuan konstitusi yang ada.
“Saya memang merasa mengapa ya dengan saya semakin tua kok ditakuti. Jadi saya dianggap semacam ‘kelilip’ di mata dan harus dibuang,” ujarnya.
“Kita punya pengalaman di masa lalu kalau demo people power dll selain ongkos sangat tinggi, perpecahan anak bangsa semakin dalam, dan itu sungguh-sungguh bukan omong kosong,” tegasnya.
Tokoh Reformasi tersebut juga menduga kuat apa yang terjadi pada dirinya dan Partai Ummat sejauh ini imbas dari sikap Amien yang terkenal kritis pada kekuasaan Jokowi.
Baca Juga: Pengamat: Fahri Hamzah Cs Memang Ingin 'Menghabisi' Basis Pemilih PKS!
Amien memberi salah satu contoh terkait kritis kerasnya yang ia buat beberapa tahun lalu tentang pemerintahan Jokowi.
“Mungkin mereka risih dengan saya karena pernah membuat dua tahun lalu risalah kebangsaan, judulnya ‘Jokowi Mundur atau Terus’, kalau terus tolong dibenahi ini-ini. Di situ antara lain saya mengatakan sekarang ini di era Pak Jokowi ini kan Indonesia sudah menjadi Republik MTC Indonesia (Mafia, Taipan, Cukong),” ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto