Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Meningkat 26%, 880 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

Meningkat 26%, 880 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Kredit Foto: Hutama Karya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan volume lalu lintas (VLL) kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). 

Hingga Sabtu (24/12/2022), sebanyak 15.587 kendaraan masuk dari arah Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan sebagai pintu awal masuk JTTS maupun sebaliknya melalui Gerbang Tol (GT) Bakauheni Selatan di Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter).

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji mengatakan bahwa lonjakan volume lalu lintas kendaraan pada mudik Nataru terjadi pada hari Jumat (23/12).

“Total trafik di seluruh ruas JTTS yang dikelola oleh Hutama Karya mengalami pertumbuhan paling banyak pada hari Jumat mencapai total 880 ribu kendaraan. Angka ini meningkat hingga 26% atau mengalami kenaikan hampir 200 ribu dari trafik normal yaitu sebanyak 700 ribu kendaraan,” ujar Dwi. 

Total trafik tersebut merupakan akumulasi dari Ruas Bakter, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, Ruas Palembang – Indralaya, Ruas Pekanbaru – Dumai, Ruas Medan – Binjai, Ruas Binjai – Langsa Seksi 1 dan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 2, 3 & 4.

Selain itu pada mudik Nataru ini, perusahaan telah mengoperasikan tanpa tarif tol Bengkulu Taba Penanjung dan mulai pemberlakuan tarif tol Pekanbaru-Bangkinang. 

“Pada Jum’at (23/12) Ruas Bengkulu – Taba Penanjung mulai dioperasikan tanpa tarif sejak pukul 08.00 WIB, dan telah dilintasi hampir 2 ribu kendaraan. Sementara untuk Ruas Pekanbaru – Bangkinang yang yang baru saja bertarif hari ini (25/12) dilintasi lebih dari 54 ribu kendaraan,” tambahnya. 

Lebih lanjut Dwi menambahkan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama mudik Nataru ini, perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah strategis seperti menambahkan fasilitas gardu tol di GT yang memiliki potensi kepadatan tinggi.

Seperti di GT Bakauheni Selatan dan GT Kotabaru yang semula lima jalur menjadi tujuh jalur. Dan di GT Kotabaru yang semula empat jalur menjadi enam jalur.

Selanjutnya alat mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang tol, SPBU modular di beberapa titik yakni di Rest Area KM 20 B Ruas Bakauheni –Terbanggi Besar, Rest Area KM 189 Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang Kayu Agung dan Rest Area Temporary KM 130 Ruas Pekanbaru – Dumai serta memastikan Bahan Bakar Mentah (BBM) tercukupi.

“Selain itu, kami juga membagikan flyer yang didalamnya terdapat informasi terkait titik-titik kepadatan dan tata cara berkendara yang benar di jalan tol, serta souvenir kepada pengguna jalan sebagai apresiasi kepatuhan mengikuti tata tertib yang berlaku di jalan tol,” Ujar Dwi.

Untuk kondisi lalu lintas saat ini, Hutama karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol.Salah satnya dengan menggunakan satu kartu uang elektronik  hanya untuk satu kendaraan serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki gerbang tol. 

Baca Juga: Demi Perkuat Penguasaan Pasar, Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama dengan KKMC

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel: