Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Mau Pendepakan Menterinya NasDem Jadi Isu Semata, Pesan Elite Megawati Buat Jokowi: Segera Saja!

Tak Mau Pendepakan Menterinya NasDem Jadi Isu Semata, Pesan Elite Megawati Buat Jokowi: Segera Saja! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus PDI Perjuangan Aria Bima menyorot tajam bagaimana riuhnya wacana perombakan kabinet yang akan dilakukan oleh Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satu isu tersebut adalah bagaimana NasDem akan didepak dari kabinet, buntut dari deklarasi Anies Baswedan.

Baca Juga: 'Diminta Jokowi', Sejumlah Kode Elite Megawati Akan Rebut Kursi Menterinya NasDem Mulai Terkuak!

Merespons hal tersebut, Aria mengatakan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif dari seorang presiden.

Dirinya tak masalah dan yakin bahwa Jokowi tahu bagaimana kinerja dari setiap menterinya saat ini.

"Saya kira presiden paham betul bagaimana kompetensi masing-masing menterinya dan komunikasi dengan ketua parpol pengusung juga intens. Menurut saya, monggo-monggo saja (reshuffle) karena situasi saat ini membutuhkan kebersamaan dari pemerintah dan kabinetnya," kata dia.

Ia mengatakan jangan sampai presiden memiliki menteri namun tidak memiliki kabinet.

Baca Juga: Isu Pendepakan NasDem Kian Berhembus Kencang, Eh Elite Megawati Tiba-tiba Temui Jokowi, Kode Keras?!

"Reshuffle harus mengarahkan menteri agar menjadi kabinet yang ikut menyelesaikan banyak hal, terutama dalam situasi yang tidak mudah ini," katanya.

Ia mengatakan presiden tidak hanya membutuhkan menteri kompeten tetapi membutuhkan kabinet yang solid.

Baca Juga: Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan, Jokowi Akhirnya Bicara Siapa Penerusnya: Saya Kira Jelas...

"Terutama pada hal-hal yang menyangkut pangan, logistik, dan energi. Saat ini kan tidak dalam situasi normal, apalagi global. Solid saja belum tentu selesai, maka kalau reshuffle itu hak presiden," katanya.

Ia mengatakan kabinet tersebut harus bekerja keras membereskan segala situasi, paling tidak hingga tahun 2024.

Baca Juga: Bicarakan Calon Penerus Jokowi, Projo Tolak Segala Polarisasi Politik: Jangan Tunggu Common Enemy!

"Karena itu, kalau mau 'reshuffle' segera saja agar tidak menjadi isu," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: