Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terbukti Bukan Gegara Covid-19, Jokowi Akhirnya Ngaku Alasan Sebenarnya Larang Pejabat Bukber: Kehidupan Pejabat Kita...

Terbukti Bukan Gegara Covid-19, Jokowi Akhirnya Ngaku Alasan Sebenarnya Larang Pejabat Bukber: Kehidupan Pejabat Kita... Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang kegiatan buka puasa bersama (bukber) bagi para pejabat belakangan menimbulkan kontroversi.

Sempat disebut untuk mencegah penyebaran Covid-19, ternyata alasan sebenarnya dari larangan bukber ini karena banyaknya sorotan masyarakat terhadap gaya hidup para pejabat. Hal ini diakui sendiri oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga: Sikap Hedon Sebagian Pejabat Jadi Alasan Presiden Jokowi Larang Bukber: Bukan untuk Masyarakat Umum

"Arahan ini perlu saya sampaikan karena begitu banyaknya sorotan masyarakat terhadap kehidupan pejabat-pejabat kita. Untuk itu saya minta agar jajaran pemerintah menyambut bulan puasa tahun ini dengan semangat kesederhanaan, tidak berlebihan," ujar Jokowi dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/3).

Jokowi menegaskan, larangan buka bersama ini hanya ditujukan untuk kalangan internal pemerintah, terutama para Menteri Koordinator, jajaran menteri, dan juga kepala lembaga pemerintahan. Dengan demikian, masyarakat umum pun masih bisa menyelenggarakan kegiatan buka bersama.

"Arahan untuk tidak berbuka puasa bersama itu hanya ditujukan untuk internal pemerintah, khususnya para menko, para menteri dan kepala lembaga pemeirntah non kementerian. Bukan untuk masyarakat umum. Sekali lagi bukan untuk masyarakat umum," kata Jokowi.

Baca Juga: Diserang Gegara Larang Bukber Pejabat Pemerintah, Jokowi Jelaskan Alasannya: Begitu Banyak Sorotan Masyarakat...

Ia pun meminta agar anggaran untuk penyelenggaraan buka bersama bisa dialihkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti pemberian santunan kepada masyarakat yang membutuhkan serta pengadaan pasar murah.

"Anggaran yang biasanya dipakai untuk buka puasa bersama kita alihkan, kita isi untuk kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat. Kita bantu mereka yang lebih membutuhkan pemberian santunan untuk fakir miskin, pemberian santunan untuk yatim piatu serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk juga bisa dipakai untuk mengadakan pasar murah bagi masyarakat," ujar Jokowi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: