Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lumayan, Laba Siloam Hospital Naik 3,30% Jadi Rp696,49 Miliar

Lumayan, Laba Siloam Hospital Naik 3,30% Jadi Rp696,49 Miliar Kredit Foto: Siloam Hospitals
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) telah merilis laporan keuangannya pada Selasa, 28 Maret 2023 lalu. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa rumah sakit itu sukses meraup laba sebesar Rp696,49 miliar sepanjang tahun 2022. Apabila dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2021 yang berada di angka Rp674,11 miliar, terlihat ada peningkatan tipis sebesar 3,30%.

Kenaikan laba yang diperoleh Siloam Hospital dipengaruhi oleh meningkatnya angka pendapatan rumah sakit sepanjang tahun lalu. Merujuk dari sumber yang sama, dilaporkan bahwa Siloam Hospital mengantongi pendapatan senilai Rp9,51 triliun atau setara dengan kenaikan sebesar 1,46% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Tiba-Tiba Kantongi Rp1,32 Miliar, dari Mana Perolehan Dana Siloam Hospital Berasal?

Perlu diketahui bahwa Siloam Hospital memperoleh pendapatan perusahaan dari segmen rawat inap dan rawat jalan. Rawat inap dilaporkan menyumbang Rp5,29 triliun, sedangkan rawat jalan berkontribusi Rp4,21 triliun. Dua segmentasi tersebut ditopang oleh jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli yang mencetak nilai masing-masing sebesar Rp1,80 triliun (rawat inap) serta Rp2,54 triliun (rawat jalan).

Sama halnya dengan pendapatan, beban pokok pendapatan Siloam Hospital ikut menunjukkan kenaikan tipis. Sepanjang tahun lalu, rumah sakit itu tercatat sudah mengucurkan dana sebesar Rp5,98 triliun untuk menyokong segmen rawat inap dan rawat jalan. Merujuk pada nominal tersebut, terlihat ada kenaikan hingga 3,81% jika dibandingkan dengan sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Setelah Merugi, Bukalapak Akhirnya Panen Laba Hingga Rp1,98 Triliun!

Sebagai informasi tambahan, Siloam Hospital dilaporkan mempunyai aset sebesar Rp9,66 triliun yang terdiri atas aset lancar senilai Rp2,68 triliun dan aset tidak lancar senilai Rp6,97 triliun. Adapun liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing berada di angka Rp2,61 triliun dan Rp7,05 triliun.

Baca Juga: Kenapa Gaji Guru di Irlandia Tinggi?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yohanna Valerie Immanuella
Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: