Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Diam-diam Lakukan Pertemuan dengan Gus Baha, Anies Baswedan Diajak Keliling Rumah Peninggalan Leluhur

Diam-diam Lakukan Pertemuan dengan Gus Baha, Anies Baswedan Diajak Keliling Rumah Peninggalan Leluhur Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anies Baswedan tanpa heboh pemberitaan, diam-diam disebut lakukan pertemuan dengan dengan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Ponpes Tahfidzul Quran LP3IA Narukan, Rembang, Jawa Tengah. Silaturahmi Anies ke Ponpes Narukan merupakan yang pertama kalinya.

Dalam silaturahmi tertutup itu, Anies juga sempat diajak Gus Baha mengunjungi rumah geladak, yakni rumah peninggalan leluhur Gus Baha yang berusia ratusan tahun.

“Iya, Pak Anies (Anies Baswedan) bersilaturahmi ke Ponpes Narukan, bertemu Gus Baha dan sempat diajak ke rumah geladak,” ujar KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin kakak kandung Gus Baha dikonfirmasi MPI melalui telepon Jumat (14/4/2023).

Lokasi rumah geladak berada satu komplek dengan pesantren. Sebagai peninggalan leluhur berumur ratusan tahun, rumah geladak dianggap sebagai kediaman yang sakral, terutama bagi dzuriyah Ponpes Narukan.

Baca Juga: Mencengangkan! Pak Pendeta Bongkar Kisah Anies Baswedan Buat Majelis Satu Gereja Menangis: Saya Emosional Juga Menceritakannya...

Bukan hanya lantaran berbahan kayu jati lawas, tapi di sana tersimpan banyak cerita sejarah.

Di rumah itu, Rois Aam Syuriah PBNU ke-8 almarhum KH Sahal Mahfudz sewaktu masih kecil pernah diasuh Nyai Fatimah, nenek Gus Baha. Karenanya tidak semua tamu di Ponpes Narukan bisa mengunjungi rumah geladak.

Ada keyakinan di lingkungan pesantren Narukan, mereka yang pernah belajar di rumah geladak akan menjadi tokoh yang alim. Oleh Gus Baha, Anies Baswedan diajak mengunjungi rumah geladak.

Sebelumnya, keduanya berbincang di Tegal, yakni salah satu lokasi di pesantren Narukan, tempat di mana Gus Baha biasa menulis kitab dan mutholaah. Menurut Gus Mahasin, pertemuan Anies dan Gus Baha berlangsung gayeng.

Dalam diskusi itu keduanya lebih banyak memperbincangkan soal Keislaman dan Keindonesiaan.

“Pertemuan berlangsung gayeng, kurang lebih 2,5 jam,” ungkap Gus Mahasin selaku Pimpinan Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Narukan dan Ketua Dewan Masayikh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: