Kredit Foto: Istihanah
Pemerintah berpeluang memperoleh tambahan ruang pembiayaan setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan damai kedua negara yang dicapai pada Senin (15/6) diperkirakan akan menurunkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penurunan harga minyak dunia akibat tercapainya perdamaian membuka peluang penyesuaian alokasi anggaran pemerintah.
Menurut Purbaya, pemerintah sebelumnya telah menyisihkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi lonjakan subsidi energi di tengah ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
"Kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden. Jadi kita lihat seperti apa dan baru kita adjust," ujar Purbaya.
Ia menegaskan, pemerintah akan terlebih dahulu mencermati perkembangan harga minyak global dan dampaknya terhadap kebutuhan subsidi sebelum melakukan penyesuaian alokasi anggaran.
Penurunan beban subsidi energi diperkirakan terjadi setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memicu optimisme pasar terhadap kelancaran pasokan energi global.
Sebelum kesepakatan dikonfirmasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dahulu mengumumkan gencatan senjata melalui media sosial pada Minggu.
Kesepakatan damai tersebut ditandai dengan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!" tulis Trump.
Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh otoritas Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membenarkan adanya kesepakatan bilateral yang telah dicapai kedua negara.
Baca Juga: Bahas Program MBG Lagi, Purbaya Jadwalkan Pertemuan dengan BGN Pekan Ini
Proses diplomasi tersebut turut melibatkan Pakistan sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan penandatanganan resmi dokumen perdamaian dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.
Bagi pemerintah Indonesia, meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi APBN. Jika harga minyak dunia terus menurun, ruang fiskal yang tercipta dari berkurangnya kebutuhan subsidi energi dapat dimanfaatkan untuk mendanai berbagai program prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: