Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terbitkan Surat Utang Buat Bayar Utang Jatuh Tempo, PGE Berpotensi Kena Bunga Lebih Tinggi

Terbitkan Surat Utang Buat Bayar Utang Jatuh Tempo, PGE Berpotensi Kena Bunga Lebih Tinggi Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah melakukan proses penerbitan surat utang luar negeri berwawasan hijau (global green bonds) senilai US$400 juta atau sekitar Rp6 triliun dengan bunga sebesar 5,15% per tahun yang jatuh tempo pada tahun 2028.

Dana hasil penerbitan surat utang yang diperolehakan digunakan untuk melunasi seluruh sisa utang Facilities Agreement dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juni 2023. 

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai bahwa melihat kondisi ekonomi saat ini, perseroan berpotensi mendapatkan bunga yang lebih tinggi dari hasil penerbitan surat utang tersebut. 

Baca Juga: Investasi Pengeboran Panas Bumi Capai US$5 Juta per 1 Megawatt, PGE Disarankan Lakukan Ini

“Melihat kondisi market saat ini potensi bunganya pasti naik,” kata Aviliani kepada wartawan, belum lama ini.

Baginya, pasar modal sedang mengalami pengetatan sehingga dana murah sulit didapat oleh PGEO. “Perseroan bakal menanggung beban bunga obligasi yang sangat tinggi di saat minimnya dana murah,” ujar Aviliani.

Sebagai informasi, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen PGEO menyatakan bahwa sisa jumlah kewajiban yang masih terutang berdasarkan Facilities Agreement adalah sebesar US$400 juta. 

Baca Juga: Pendapatan Baru dari Carbon Credit PGE Berpotensi Tumbuh Signifikan

Perseroan dan JBR pun telah menandatangani Purchase Agreement terkait dengan rencana penerbitan Surat Utang. Berdasarkan Purchase Agreement, Perseroan menunjuk JBR untuk melakukan penawaran dan penjualan Surat Utang kepada investor di luar wilayah Indonesia. Purchase Agreement diatur berdasarkan hukum Negara Bagian New York, Amerika Serikat. 

Surat Utang akan diterbitkan oleh Perseroan pada tanggal 27 April 2023 dengan penandatanganan perjanjian Indenture antara Perseroan dan The Bank of New York Mellon selaku trustee terkait penerbitan Surat Utang. 

Tercatat, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada tahun 2022, total liabilitas perseroan pada tahun 2022 mencapai senilai US$1,21 miliar, naik US$1,16 miliar di 2021. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka panjang US$361,815 dan liabilitas jangka pendek US$857,782. ekuitas Perseroan sebesar US$1.25 miliar. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: