Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anggota Baru CPOPC, Honduras Perkuat Kekuatan Negara Produsen Sawit

Anggota Baru CPOPC, Honduras Perkuat Kekuatan Negara Produsen Sawit Kredit Foto: Elviajerofeliz.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekuatan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit (CPOPC) dalam menghadapi kebijakan di pasar global yang berpotensi diskriminatif dan berdampak negatif bagi industri sawit kian bertambah dengan bergabungnya Honduras.

Negara beribukota Tegucigalpa itu menjadi anggota ketiga CPOPC yang mewakili wilayah Amerika Latin. “Bergabungnya Honduras akan semakin memperkuat kerja sama di antara negara-negara penghasil minyak sawit,” Kata Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia ,Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kesebelas CPOPC di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.

“Bergabungnya Honduras akan membuka jalan bagi negara penghasil minyak sawit lainnya untuk bergabung dengan CPOPC dan memanfaatkannya sebagai platform strategis dalam meningkatkan upaya percepatan pencapaian tujuan keberlanjutan,”sambungnya.

Baca Juga: Negara Penghasil Sawit Terus Perkuat Kolaborasi

Pertemuan Tingkat Menteri ini diikuti oleh perwakilan dari Kolombia, Ghana, dan Papua Nugini (PNG) sebagai negara pengamat, serta Nigeria sebagai negara tamu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Indonesia mengungkapkan para Menteri negara produsen minyak sawit tetap optimis bahwa produksi, permintaan, dan harga minyak sawit akan terus tumbuh positif di 2023.

Selain itu industri kelapa sawit akan terus memainkan peranan penting dalam memastikan ketahanan pangan untuk populasi global. “Walaupun ada banyak tantangan terhadap industrinya, dan tentunya kami juga melihat tantangan terhadap produknya, baik di Eropa, India, maupun beberapa negara lainnya, namun kami mengapresiasi CPOPC yang melakukan joint visit antara Indonesia dan Malaysia ke Uni Eropa di akhir bulan ini,” tuturnya.

Sementara itu mencermati perkembangan terkini di Uni Eropa (UE), khususnya Peraturan Deforestasi UE (EUDR) yang berpotensi memberi dampak negatif pada industri kelapa sawit dan mengecualikan petani kecil dari rantai pasok, CPOPC akan menyelenggarakan Misi Bersama untuk negara produsen ke Brussels, Belgia, pada 30-31 Mei 2023.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: