Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Adian Napitupulu Tuding Jokowi Tak Bersikap Netral Jelang Pilpres, Rocky Gerung: Siapa Tahu Presiden Mau Balas Dendam

Adian Napitupulu Tuding Jokowi Tak Bersikap Netral Jelang Pilpres, Rocky Gerung: Siapa Tahu Presiden Mau Balas Dendam Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Baru-baru ini, beredar isu yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi memberikan dukungannya kepada bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo. Hal itu disebabkan oleh adanya imbauan dari Ketua Koordinator Relawan Ganjar Pranowo, Adian Napitupulu, kepada Jokowi untuk bersikap netral.

Melihat hal tersebut, pengamat politik, Rocky Gerung, tentunya angkat suara. Ia mengatakan, pernyataan tersebut justru membuat publik semakin percaya bahwa dukungan Jokowi tidak lagi mengarah ke Ganjar.

“Saya kira terlalu cepat tokoh-tokoh PDIP ini cemas. Itu dibaca publik justru buruk bagi Ganjar. Kan kalau dua tiga orang tiba-tiba minta Jokowi netral itu artinya Jokowi sudah tidak ke Ganjar. Ganjarnya Megawati. Kan gampangnya begitu, buat apa spanduk dipesan kalau pada akhirnya PDIP harus semacam blessing dari Jokowi?” kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube-nya baru-baru ini.

Baca Juga: Tunggu Manuver Jokowi, Ganjar Pranowo Belum Tentu Mendapatkan Dukungan PSI

Hal ini, kata ahli filsafat tersebut, tidak terlepas dari dendam Jokowi yang telah dipermalukan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada HUT PDIP belum lama ini.

“Jadi memang nggak mungkin berhenti ketegangan atau bahkan dendam Jokowi yang mempermalukan dia,” tuturnya

Dia memprediksi, Jokowi tak akan lagi meng-endorse Ganjar sebagai capres. Begitu pun dalam pergantian menteri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), yakni Johnny G. Plate, dari kedudukannya sebagai Menkominfo.

“Pastikan aja bahwa Pak Jokowi nggak akan endorse Ganjar lagi tuh. Bahkan permintaan untuk mendepak NasDem nggak mungkin digantikan dari PDIP,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah Dianggap Duri, NasDem Sebaiknya Mulai Tinggalkan Kabinet Jokowi: Masyarakat Pasti Apresiasi...

Kabarnya, Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, diisukan menjadi pengganti Johnny G Plate sebagai Menkominfo.

“Kelihatannya Hary Tanoe disodorkan. Bahkan mungkin Jokowi sodorkan ke AHY. Kelihatan Jokowi mempermalukan PDIP,” ucapnya.

Dosen Universitas Sam Ratulangi ini menyebut, PDIP masih bisa mengganti Ganjar sebagai capres dengan menunjuk Puan Maharani sebelum melangkah lebih jauh.

“Kita sebetulnya nggak usah panik. Kalau PDIP sekarang kebingungan tuh. Satu-satunya cara buat Mega ya ganti. Bisa dialihkan ke Puan. Meskipun nggak menang, tapi jadi modal untuk 2029,” tandasnya.

Baca Juga: Kode Tinggalkan Ganjar Pranowo, Manuver Jokowi Dikupas Elite Prabowo: Kita Lihat Acara Relawan...

Sebelumnya, Politikus PDIP, Adian Napitupulu, melontarkan pernyataan yang menyebut Presiden Jokowi tidak boleh memihak calon mana pun.

"Saya yakin. Kenapa? Karena dia harus menempatkan diri sebagai presiden. Tidak bisa berpihak," kata Adian dalam acara 'Political Show' yang disiarkan melalui CNNIndonesia TV.

Baca Juga: Gerindra Amankan 10 Kursi DPRD Bali, Cuma Bangli yang Gagal Kirim Wakil

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: