Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

dr Tifa: 'Dulu Saya Pilih Presiden yang Ndeso dan Kurus Kering, Astaghfirullah Ternyata Saya Tertipu Gorong-gorong'

dr Tifa: 'Dulu Saya Pilih Presiden yang Ndeso dan Kurus Kering, Astaghfirullah Ternyata Saya Tertipu Gorong-gorong' Kredit Foto: Antara/Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial dr Tifauzia Tyassuma memberikan catatan panjang terkait capres pilihannya  di Pemilu 2024.

Ia mengaku dalam Pilpres sebelumnya ia tertipu dengan penampilan. Kali ini, ia mengaku sudah memikirkan masak-masak pilihannya tersebut.

Dan berikut catatannya.

Malam ini, dengan Bismillah saya mau sampaikan, siapa yang saya pilih sebagai Calon Presiden yang saya dukung.

Setelah beberapa kali Pemilu, sejak punya hak untuk menjadi Pemilih, baru kali ini saya berkesempatan memilih orang yang betul-betul saya kenal.

Tidak cuma kenal nama, kenal di berita, kenal dari televisi atau sosial media, saya mengenalnya sebagai sahabat baik lebih dari 30 tahun.

Saya kenal masa kecilnya, masa remajanya, masa dewasanya, dan saya bisa menjadi saksi, bahwa dia adalah orang baik.

Kedua Capres yang lain, bukan orang yang saya kenal. Sama seperti anda semua, saya hanya kenal nama, dan reputasi serta sejarah hidup yang dipaparkan sosial media. Kenyataannya seperti apa, saya tidak tahu.

Yang jelas, kali ini, 

Saya mencari Orang Baik untuk jadi Presiden saya tahun 2024 dan seterusnya. Dari mana saya tahu, dia ini baik, atau dia itu baik, kalau saya tidak betul-betul mengenal orang itu secara mendalam.

Dulu, saya memilih Presiden yang Jendral  hebat dan berwibawa. Alhamdulillah saya tidak salah pilih.

Dulu saya memilih Presiden yang membuat saya terpesona karena dia tampak ndeso, kurus kering,  dan sederhana maka saya pikir dia baik.

Astaghfirullah ternyata saya tertipu gorong-gorong.

Kini, saya tidak mau terpesona pada bayang-bayang dan ilusi yang diciptakan media.

Saya mau memilih orang baik yang betul-betul saya tahu dia orang baik. Kebaikan itu konsisten. Sama dengan kejahatan, kecuali orang baik yang disesatkan setan, atau orang jahat yang diberi hidayah.

Tetapi secara umum kebaikan itu konsisten. Dia dilahirkan dari orang tua yang baik, dididik dengan baik, berada dalam lingkungan yang baik, sehingga dia berperilaku baik dan memiliki kebaikan-kebaikan yang diperlukan sebagai seorang Pemimpin yang baik.

Maka, dengan Bismillah, saya mendukung sahabat yang sangat saya kenal dengan baik kebaikannya. Pemilihan Presiden bukan soal menang atau kalah. Bagaimana kita punya peluang untuk memilih orang terbaik memimpin negeri ini.

Kalau dia menang, rezeki buat negara ini. Kalaupun dia kalah, setidaknya peluang  memilih orang baik jadi Presiden telah saya ambil.

Begitulah clue nya.

Ayo tidur. Dini hari jangan lupa bangun untuk sholat tahajud yaa.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: