Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Elnusa Petrofin Gandeng SNF SAS Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel

Elnusa Petrofin Gandeng SNF SAS Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Elnusa Petrofin menggandeng SNF SAS Prancis untuk mengembangkan proyek Polymer Injection Enhanced Waterflooding periode tahun 2023-2026.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Aditya Budi Prabowo mengatakan, kerja sama ini dilakukan guna mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel pada tahun 2030.

"Tujuan utama dari kerja sama ini adalah mendukung program Pemerintah Indonesia untuk mencapai produksi minyak sebesar 1 juta barel pada tahun 2030," ujar Aditya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/6/2023).

Baca Juga: Elnusa Kucurkan Dana Hingga Rp189,03 Miliar untuk Tebar Dividen, Catat Tanggal Cairnya!

Aditya mengatakan, kerja sama ini dilakukan guna meningkatkan pemulihan minyak dan mengoptimalkan produksi di lapangan minyak. Teknologi ini adalah teknologi yang mature dan telah diimplementasikan di banyak tempat.

"Kami sangat antusias dengan kerja sama dengan SNF SAS dan yakin bahwa kemitraan ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery di masa depan di Indonesia," ujarnya.

Engineering Director-EOR/O&G Applications di SNF SAS, Flavien Gathier menyambut baik kerja sama jangka panjang dengan PT Elnusa Petrofin dan sepenuhnya mendukung implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

"Khususnya Polymer Injection (Enhanced Waterflooding) di Indonesia," ujar Flavien. 

Sebagaimana diketahui, kerja sama ini merupakan langkah maju dan besar dalam industri minyak dan gas, menggabungkan keahlian dan sumber daya PT Elnusa Petrofin dan SNF SAS untuk mengoptimalkan produksi minyak, dan memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di Indonesia.

Keberhasilan implementasi proyek Polymer Injection Enhanced Waterflooding akan menjadi tolak ukur bagi inisiatif C-EOR di masa depan, khususnya di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: