Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wapres Minta Filosofi 'Satu Tungku Tiga Batu' Jadi Tatanan Kehidupan Bermasyarakat

Wapres Minta Filosofi 'Satu Tungku Tiga Batu' Jadi Tatanan Kehidupan Bermasyarakat Kredit Foto: Humas Wapres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menghadiri pertemuan dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Fakfak di Ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jl. Mayjen D. I. Panjaitan No. 1 A Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pada kesempatan ini, Wapres memberikan apresiasi kepada masyarakat Fakfak atas upayanya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal tersebut ditunjukkan dari Kabupaten Fakfak yang dikenal memiliki toleransi umat beragama yang tinggi, serta dikenal dengan falsafah "Satu Tungku Tiga Batu".

Baca Juga: Tinjau Rumah Produksi Pengolahan Pala Tomandin Fakfak, Wapres Dukung Peningkatan Ekspor Melalui Pala

Ketiga batu yang memiliki ukuran sama ini sangat kokoh dan kuat dan tahan panas, kemudian disusun membentuk lingkaran, sehingga mampu menopang kuali atau belanga yang akan digunakan untuk memasak. Analogi ini dimaknai sebagai prinsip masyarakat Fakfak yang mampu menyatukan adat, agama, dan pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat.

Wapres pun meminta agar filosofi ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam tatanan kehidupan masyarakat Fakfak. "Filosofi 'Satu Tungku Tiga Batu' ini saya kira sesuatu yang harus, bukan hanya dilestarikan, tapi diberikan nilai-nilai yang bisa menjadi pola hidup. Bukan hanya slogan, tapi dalam bentuk tatanan kehidupan kita bermasyarakat," pesan Wapres, dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

Wapres juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Fakfak yang dapat menjaga kerukunan antarumat beragama dengan memegang teguh filosofi 'Satu Tungku Tiga Batu'. "Saya gembira karena di Fakfak ini semuanya bisa hidup rukun dan saling membantu sesuai dengan falsafah 'Satu Tungku Tiga Batu'," ujarnya.

Menurut Wapres, filosofi yang sudah sejak lama dipegang oleh masyarakat Fakfak ini menjadi kunci terwujudnya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak yang menjadi jembatan terwujudnya kerukunan di tingkat nasional.

"Kerukunan umat beragama adalah unsur utama daripada kerukunan nasional sebab kalau umat beragama tidak rukun, ini kerukunan nasional akan terganggu," kata Wapres mengingatkan. "Kerukunan ini saya kira penting ya sebab kerukunan nasional itu tidak akan terwujud apabila tidak ada kerukunan antar-agama," imbuhnya.

Di sisi lain, Wapres menyebutkan Kota Ambon yang di tahun 2011 pernah mengalami peristiwa bentrok antarwarga akibat tidak eratnya kerukunan di wilayah tersebut, berdampak pada kerugian yang terjadi, seperti rusaknya sejumlah rumah warga dan kendaraan. Ia pun menegaskan peristiwa semacam itu tidak boleh untuk terulang kembali.

"Daerah-daerah yang pernah mengalami ketidak-rukunan itu dampaknya luar biasa, kemundurannya," ungkap Wapres. "Pernah terjadi di Ambon, itu jangan lagi terjadi di mana-mana. Itu sudah masa lalu yang tidak boleh terulang," tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, terkait program kerja yang sudah disiapkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan kesejahteran di Papua, Wapres berharap agar dapat mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: