Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tingkatkan Bauran EBT, PLN Bangun PLTBm 12 MW di Aceh Tamiang

Tingkatkan Bauran EBT, PLN Bangun PLTBm 12 MW di Aceh Tamiang Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan PT Prima Energi Lestari dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berkapasitas 12 Megawatt (MW) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pembangunan PLTBm ini merupakan wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Darmawan menilai kehadiran PLTBm ini nantinya tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membantu memberdayakan masyarakat dan membangun ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Atasi Krisis Iklim, Energi, dan Ekonomi, Profesor Stanford University: Kurangi Migas!

"Wujud sinergi dan kolaborasi ini menjawab persoalan global dalam mewujudkan Indonesia yang bersih serta meningkatkan kemandirian energi nasional. Hal tersebut juga sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (27/7/2023).

PJ Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman meyakini keberadaan PLTBm tidak hanya akan mendorong perekonomian masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi masalah sampah. Pasalnya, PLTBm adalah pembangkit listrik berbahan baku limbah padat yang diolah dari sampah sekitar, seperti tandan kosong kelapa sawit yang banyak di sekitar lokasi usaha masyarakat.

"Seluruh masyarakat mendukung penuh pembangunan PLTBm ini. Harapannya, dalam dua tahun sudah dapat beroperasi,” ujar Budiman. 

General Manager PLN UID Aceh, Parulian Noviandri menambahkan, hadirnya PLTBm ini nantinya akan mampu memperkuat kelistrikan di Aceh sekaligus mengganti bahan bakar berbasis fosil dengan energi terbarukan.

“Pembakaran minyak fosil memang paling cepat, tetapi mahal secara operasional, ditambah harga harga bakar fosil relatif terus meningkat. Apabila PLTBm 12 MW beroperasi, maka akan menggantikan bahan bakar fosil ke energi terbarukan yang lebih murah dan lebih bersih,” ujar Novriandi.

Noviandri mengatakan, kondisi listrik Aceh saat ini surplus sebesar 255 MW dengan daya mampu sebesar 822 MW serta beban puncaknya 567 MW. Ke depan, sistem kelistrikan Aceh akan semakin andal dengan tambahan 290 MW sampai dengan akhir tahun 2024.

“Saat ini PLN melayani lebih dari 1,6 juta pelanggan di Aceh dengan lebih dari 86% pelanggan rumah tangga. Dengan sistem kelistrikan Aceh yang semakin andal dan penambahan pembangkit ini, kita harapkan semakin banyak investasi di Aceh, sehingga bisa menyerap surplus energi listrik,” ucapnya.

Baca Juga: Krisis Iklim Makin Nyata, Transisi dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan Makin Penting

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: