Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cara Mengatur Keuangan dan Investasi dengan Pola Pikir Stoikisme

Cara Mengatur Keuangan dan Investasi dengan Pola Pikir Stoikisme Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Stoikisme atau stoik adalah pola pikir yang mengharuskan kita untuk fokus pada area yang bisa kita perbaiki, bukan yang tidak bisa kita perbaiki. Menurut Wikipedia, Stoikisme juga menjadi sebuah aliran atau mazhab Filsafat Yunani Kuno yang digagas oleh Cleanthes tentang hubungan etika dengan iman atau teologi seseorang.

Menurut CEO dan Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni, stoik bisa digunakan dalam keuangan dan investasi. Melvin memberikan contoh perihal harga rumah yang terus melambung. Ia mengungkapkan bahwa hal ini lantaran generasi sebelumnya menjadikan rumah atau properti sebagai cara berinvestasi sehingga generasi milenial di masa depan akan kesulitan punya rumah.

Baca Juga: Kaya Raya dan Banyak Uang, Miliarder Inggris Pemilik Tottenham Hotspur Diduga Lakukan Investasi Saham Secara Ilegal

Tetapi, kita harus mencoba melihat dari perspektif atau area yang bisa kita perbaiki, yaitu:

1. Penghasilan dan pengeluaran

Area pertama yang bisa kita perbaiki yaitu terkait penghasilan dan pengeluaran. Pastinya, untuk membeli rumah, penghasilan kita harus besar dengan pengeluaran yang diminimalisir. Jika merasa penghasilan masih kecil, cobalah mencari pekerjaan sampingan.

2. Berapa yang bisa diinvestasikan setiap bulan

Ketika penghasilan kita mulai bertambah, maka kita bisa berinvestasi lebih banyak. Jangan malah gaya hidupnya yang ditambah ya!

3. Harga rumah yang mau kita beli

Memang harga rumah melambung tinggi, tetapi pada kenyataannya harga rumah itu bervariasi. Oleh karena itu, kita harus mencari harga rumah yang mau/hendak kita beli. Karena itulah, kriteria rumah dan harganya bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

Kemudian, kamu juga harus mengecek harga rumah sekarang-sekarang ini, lalu menambah penghasilan, hingga mempersiapkan uang muka untuk membeli rumah.

Dalam berinvestasi di saham juga sama. Cobalah untuk memmpelajari dan mendalami laporan keuangan dari perusahaan yang hendak kamu beli. Kamu juga harus mengecek valuasi harga wajar saham perusahaan. Dari sana, carilah saham dengan prospektus baik dengan harga diskon. Lalu, jual saham saat harga sudah normal atau sedang tinggi. Itulah yang dinamakan value investing.

Baca Juga: Nasib Apes Imigran Gelap Asal Pakistan, Ditipu Agen hingga Diusir dari Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: