Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Orang Istana ke Rocky Gerung: Selamat Menikmati Jeruji Besi

Orang Istana ke Rocky Gerung: Selamat Menikmati Jeruji Besi Kredit Foto: Instagram Rocky Gerung Official
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin balik menyerang Rocky Gerung usai heboh pernyataannya yang bilang Presiden Jokowi 'bajingan yang tolol'.

Ngabalin menilai bahwa sebentar lagi Rocky akan masuk penjara untuk mempertanggungjawabkan ucapannya tersebut.

"Mulutmu Harimaumu, intelektual songong. Ternyata otak kau sekelas otak udang. Biar kau rasakan akibatnya. Selamat menikmati jeruji besi bung. #RakyatBersamaJokowi.

Ngabalin juga menambahkan kalau nanti biarlah penegak hukum yang akan menentukan apakah ucapan Rocky diarahkan ke Jokowi sebagai pelaksana lembaga kepresidenan atau diarahkan ke pribadinya.

"Bagaimana proses yang akan dilakukan penegak hukum yang dilakukan sepenuhnya ke sana. Tak boleh perkara ini terjadi lagi di ruang publik," katanya.

"Dalam persidangan nanti ahli bahasa yang akan menentukan apakah menggunakan istilah bajingan tolol itu kritik, apa mencaci, kapan nanti orang bisa membedakan lembaga kepresidenan atau pribadi.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan Rocky Gerung tengah berceramah di hadapan audiens dan isinya mengritik Presiden Jokowi berkaitan dengan lawatan kerjanya ke China baru-baru ini.

"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya dia jadi rakyat biasa, enggak ada yang peduli nanti. Tetapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacy-nya. Dia masih pergi ke Cina buat nawarin IKN dia masih mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri, dia enggak pikirin nasib kita, itu b*j*ng*n yang t*l*l, dia b*j*ng*n yang pengecut," kata Rocky Gerung.

Baca Juga: Dinilai Menghina Kalimantan, Rocky Gerung: Di Mana Hinaannya?

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: