Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wapres: RI-China Bakal Perluas Kerja Sama Produk Halal hingga Pendidikan

Wapres: RI-China Bakal Perluas Kerja Sama Produk Halal hingga Pendidikan Kredit Foto: Sekretariat Wakil Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang di Grand Meeting Hall, International Conference Center (ICC), Li Yuan Resort, Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, Tiongkok, Sabtu (16/9/2023) kemarin.

Dalam pertemuan yang penuh keramahan ini, Wapres mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Tiongkok kepada dirinya dan delegasi selama kunjungannya di wilayah Tiongkok. 

“Kunjungan kali ini adalah kunjungan pertama saya ke Tiongkok setelah pandemi Covid-19. Saya berharap kunjungan ini akan memberikan kontribusi positif bagi kemitraan kedua negara kita dan antara ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT),” ungkap Ma'ruf dikutip dalam siaran pers, Minggu (17/9/2022).

Baca Juga: Hadiri WIES 2023, Maruf Amin Dukung Pembentukan Wirausahawan Berkarakter

Lebih lanjut, Ma'ruf menyampaikan bahwa terjadi interaksi tingkat tinggi yang intens antara Indonesia dan Tiongkok, di mana kedua kepala negara kerap bertemu dalam berbagai kesempatan. 

“Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Xi Jinping di Chengdu Juli lalu dan bertemu Yang Mulia (PM Li) saat KTT ASEAN ke-43 di Jakarta. Terima kasih atas dukungan Tiongkok terhadap Keketuaan Indonesia di ASEAN,” tuturnya.

Lebih jauh, sebagai langkah untuk memperkuat kemitraan bilateral kedua negara, Ma'ruf menyampaikan tiga hal penting kepada PM Li. Pertama, kerja sama perdagangan dengan Tiongkok adalah salah satu hal yang paling penting untuk ditingkatkan dewasa ini. 

“Tiongkok adalah mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia dengan potensi kerja sama yang masih besar. Saya harapkan dukungan Yang Mulia untuk impor dan akses pasar komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,” katanya. 

Ia meyakini bahwa Indonesia dan Tiongkok dapat memanfaatkan berbagai kerangka kerja sama perdagangan regional dan multilateral untuk mendukung hal tersebut. Kedua, Ma'ruf menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam pengembangan produk halal.

“Perdagangan dan investasi produk halal memiliki potensi amat luas di kedua negara kita, serta kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika,” yakinnya. 

Ia pun mendorong agar ada penguatan kerja sama dalam sektor halal ini, termasuk melalui kerja sama antara otoritas halal Indonesia dan Tiongkok. 

“Saya berharap dapat memperoleh dukungan penuh dari Yang Mulia dan Pemerintah RRT,” ujarnya. 

Selanjutnya, poin penting terakhir yang ditekankan Ma'ruf pada kesempatan ini adalah pentingnya kerja sama people-to-people dalam memperkuat kemitraan ekonomi. Menurutnya, kemitraan ekonomi akan kuat dengan adanya kerja sama erat antarmasyarakat, dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat kedua negara.

“Kita perlu mendorong pengembangan pusat budaya dan bahasa untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Tiongkok yang belajar bahasa Indonesia maupun sebaliknya,” tuturnya.

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: