Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soroti Penyebar Fitnah ke Prabowo. Pengamat: Banyak Ulas Positif Ganjar dan Serang Anies

Soroti Penyebar Fitnah ke Prabowo. Pengamat: Banyak Ulas Positif Ganjar dan Serang Anies Kredit Foto: Detik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kanal YouTube penebar hoaks tentang Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dianggap terasosiasi dengan kubu pendukung Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Ada dua kanal yang dianggap pendukung Ganjar dan sering menyerang kandidat lain yakni seword TV dan akun serupa.

Kanal-kanal dianggap tidak memiliki prestasi yang bisa dibanggakan oleh capresnya yakni Ganjar, sehingga cenderung menyerang dan menjelek-jelekan kandidat capres yang lain. Terbaru, Seword TV mengeluarkan infornasi hoaks soal Prabowo yang menampar Wamentan Harvick Hasnul Qolbi.

Baca Juga: AHY: Kami Beri Keleluasaan Prabowo Subianto Tentukan Cawapresnya

"Modalnya hanya menyerang pihak lawan dengan kebohongan yang manipulatif dan tidak bisa menunjukan prestasi," kata Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara saat dihubungi, Kamis (21/9).

Igor menilai, tingkah laku para pendukung Ganjar tersebut karena memang tidak ada yang bisa dibanggakan dengan kandidat capres yang didukungnya. Sehingga salah satu cara untuk menurunkan elektabilitas lawan politiknya hanya dengan cara-cara memalukan seperti itu.

Tak hanya Prabowo, bahkan akun-akun tersebut juga menjelek-jelekan kubu Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan. Langkah yang digunakan tersebut sudah keluar dari etika-etika demokrasi Indonesia.

Karena memang apa yang disebarkan tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat. Igor melihat, fenomena tersebut karena memang Ganjar sendiri yang tidak memiliki rekam jejak bagus sebagai Gubernur Jawa Tengah, sehingga tidak ada yang bisa dibanggakan dan ditonjolkan oleh para pendukungnya.

Baca Juga: Luhut: Pak Prabowo Capres Juga Ikut Promosi

"Ganjar kinerjanya biasa-biasa saja, di Jateng ada kasus Wadas, kasus E-KTP jadi sulit menemukan kinerja bagusnya sebagai Gubernur Jateng," pungkas Igor.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: