Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Surya Paloh ke SYL: Saya Pahami Bagaimana Terhinanya Dirinya

Surya Paloh ke SYL: Saya Pahami Bagaimana Terhinanya Dirinya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengungkap suasana hati salah satu kader partainya, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang terseret dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun tersiar kabar penetapan tersangka SYL oleh KPK paska penggeledahan rumah dinas SYL di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, pada Kamis (28/9/2023) malam. KPK juga turut menggeledah ruang kerja SYL di Kementerian Pertanian dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono.

"Dia mengalami suatu peristiwa yang saya bisa pahami bagaimana terhinanya dirinya, kecewa, sedih, terlepas dari semua permasalahan upaya kita menegakkan keadilan kasus hukum yang berlangsung," kata Surya dalam konferensi persnya di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (5/10/2023).

Baca Juga: Elektabilitas PDIP-Gerindra Semakin Terang, NasDem Tenggelam

Adapun dalam lawatannya di Eropa, SYL mewakili pemerintah Indonesia untuk menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di Roma, Italia, beberapa waktu lalu. 

"Di saat dia menerima penghargaan seperti itu, yang saya pikir sebagai kebangaan bagi kita semuanya," katanya

Surya menilai, proses hukum yang tengah didalami KPK seolah terburu-buru. Pasalnya, penggeledahan dilakukan pada saat SYL melakukan perjalanan dinas ke beberapa negara eropa beberapa waktu lalu.

Surya pun mengaku terusik dengan proses hukum tersebut. Kendati demikian, dia menghormati upaya penegakan hukum yang tengah berjalan di KPK.

"Sekali lagi, konsistensi dan penghormatan, upaya penegakan hukum tidak akan pernah surut sedikit pun. Itu perlu saya tegaskan baik atas nama pribadi, atau atas nama seluruh keluarga besar NasDem," tegasnya.

Adapun sebelumnya, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, dalam konferensinya di Jakarta pada Jumat (29/9/2023) lalu mengaku bahwa pihaknya telah menyita uang senilai Rp30 miliar dalam beberapa amplop. 

Adapun sebagian temuan uang tersebut itu diduga berasal dari pegawai yang berkaitan dengan promosi jabatan dan mutasi di Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Maksimalkan Dukungan, Relawan Penggerak Siap Amankan Suara Anies Baswedan

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: