Kredit Foto: Ist
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan program-program prioritas di 2026.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk melanjutkan dan memperkuat program-program prioritas yang telah berjalan sejak tahun 2025.
Baca Juga: Kemen UMKM Salurkan Bantuan untuk 4.876 Pengusaha Terdampak Bencana di Sumbar
Program-program tersebut di antaranya adalah revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, Wajib Belajar 13 Tahun, serta penguatan bahasa dan sastra Indonesia.
Ini disampaikan Mendikdasmen dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kemendikdasmen.
“Apa yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program telah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Mendikdasmen, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (10/2).
Lebih lanjut, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini telah berkontribusi aktif.
“Dalam pelaksanaan program, kami bekerja sama dengan banyak lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Atas kerja sama yang telah terbangun, kami menyampaikan terima kasih. Semoga sinergi ini dapat terus diperkuat pada tahun ini dan di masa mendatang,” pungkasnya.
Konsolnas memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain 1) membangun sinergi antarpemangku kepentingan pendidikan dalam mencapai target pembangunan pendidikan tahun 2026; 2) menjaring berbagai isu pendidikan yang terjadi di daerah sekaligus merumuskan solusi bersama; 3) berbagi praktik baik pengelolaan dan pelaksanaan program pendidikan; 4) membangun kesepemahaman dan kolaborasi terkait implementasi kebijakan pembangunan pendidikan; dan 5) meningkatkan kerja sama antara seluruh pemangku kebijakan bidang pendidikan.
Berbagai isu strategis pendidikan menjadi fokus pembahasan dalam Konsolnas ini, meliputi 1) Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan untuk Semua; 2) Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan; 3) Program Digitalisasi Pembelajaran; 4) Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA); 5) Evaluasi dan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan
(DAPODIK); 6) Penguatan Pendidikan Karakter dan Manajemen Talenta; 7) Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan; 8) Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah; dan 9) Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Bimbingan Konseling.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya