Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Target Harga Saham RLCO Tembus Rp80.000 Dinilai Terlalu Ekstrem

Target Harga Saham RLCO Tembus Rp80.000 Dinilai Terlalu Ekstrem Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang diproyeksikan mampu menembus Rp80.000 per sahamoleh Samuel Sekuritas Indonesia dinilai terlalu agresif dan sulit diterima secara fundamental.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan jika target harga RLCO benar-benar mencapai Rp80.000, maka secara valuasi rasio price to earnings (PE) berpotensi melonjak secara ekstrem.

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan logika valuasi yang lazim digunakan dalam analisis fundamental.

“Jadi ini kalau menurut saya memang sulit diterima ya secara logika. Secara fundamental itu sangat sulit diterima,” ujar Nafan kepada Warta Ekonomi, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Polemik Target Harga Saham, BEI Panggil Samuel dan RLCO Bantah Ada Deal

Ia menambahkan, apabila target tersebut terealisasi, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) RLCO berpotensi melampaui bank-bank besar dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

“Masa bisa menyalip bank-bank besar,” imbuhnya dengan nada heran.

Menurut Nafan, dalam praktiknya, analisis fundamental yang konservatif umumnya menetapkan target harga yang realistis di kisaran 20% di atas harga pasar saat ini untuk mendukung rekomendasi beli (buy).

Proyeksi harga Rp80.000 per saham tersebut dinilai jauh melampaui batas kewajaran tersebut, sehingga dianggap sangat sulit dicapai dalam jangka pendek.

“Kalau ke Rp80.000 saja, itu sudah jauh di atas 20%. Iya, mustahil sekali ya kalau menurut saya,” jelasnya.

Baca Juga: Bebas dari Suspensi, Saham SIPD dan RLCO Huni Papan FCA

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia untuk meminta klarifikasi atas riset yang memproyeksikan harga saham RLCO dapat menembus Rp80.000 per saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan menyusul polemik yang berkembang di pasar.

“Kalau tidak salah, kita sudah sempat panggil (Samuel Sekuritas). Nanti saya mesti tanya lagi ke teman-teman ya. Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Irvan menambahkan, BEI akan membahas lebih lanjut persoalan tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menentukan langkah lanjutan.

“Kita diskusikan dulu sama OJK mau bagaimana,” imbuhnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: