Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

FDI Indonesia Rendah, Wejangan Bakrie Group: Kepastian Hukum dan Persaingan Sehat

FDI Indonesia Rendah, Wejangan Bakrie Group: Kepastian Hukum dan Persaingan Sehat Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Angka perizinan yang relatif kecil menjadi salah satu penyebab rendahnya Foreign Direct Investment (FDI)di Indonesia. Ada tiga aspek yang disebutkan Anindya Novyan Bakrie, Direktur Bakrie Group bahwa tiga aspek ini sangat berpengaruh terhadap nilai FDI di Indonesia.

"Pertama, keberanian dalam mengambil risiko, yang mungkin lebih tinggi dibanding sebagian besar negara lain. Kedua, akses lebih besar ke sumber daya finansial dari pada daerah lain seperti Pulau Rote atau Tarakan. Ketiga, beban birokrasi yang memerlukan peninjauan ulang untuk mendukung kewirausahaan yang lebih dinamis," ucap Anindya, melansir dari kanal YouTube Gita Wirjawan, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga: Kelola Wakaf Asuransi, Allianz Life Syariah Gandeng Laznas Bakrie Amanah

Mengetahui negara lain seperti Singapura yang sukses dalam menarik investasi, Indonesia perlu menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya hasil dari kepastian hukum, namun juga dari kemampuan negara dalam menciptakan lingkungan persaingan yang sehat.

"Kepastian hukum merupakan prasyarat mutlak untuk investasi asing di mana pun. Singapura, sebagai contoh, memiliki reputasi sebagai tempat yang menarik bagi investasi dari seluruh dunia, karena peraturan di sana diterapkan dengan baik dan adil bagi semua orang," kata dia.

Selain itu, dia melanjutkan meritokrasi dalam berbagai aspek kehidupan memiliki peran yang begitu penting. Karena kesuksesan dalam mewujudkan demokrasi liberal bukan hanya tentang pendistribusian kekuasaan, tetapi juga tentang pendistribusian barang-barang publik seperti kesejahteraan, layanan kesehatan, pendidikan, dan nilai moral.

Baca Juga: Soleh Solihun Omeli Pemerintah Soal Pajak Adsense YouTube, Ini Respons Jubir Sri Mulyani

"Di Indonesia, keseimbangan antara masyarakat dan pemerintah adalah kunci penting untuk mencapai kepastian hukum. Indonesia sendiri menurut saya telah menyadari betapa pentingnya kerja keras dan dedikasi individu dalam memberikan pelayanan publik bagi kemajuan teknologi, sosial, budaya, dan ekonomi," tutup dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Naeli Zakiyah Nazah
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: