Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perubahan Iklim Berdampak pada Kondisi Pangan, Pakar Ekonomi Pertanian: Harus Segera Diatasi

Perubahan Iklim Berdampak pada Kondisi Pangan, Pakar Ekonomi Pertanian: Harus Segera Diatasi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perubahan iklim yang tidak menentu telah memengaruhi kondisi pangan di Indonesia. Di tingkat global, kenaikan suhu telah berdampak substansial. Sebagian besar sektor mengalami peningkatan harga, dengan beberapa komoditas seperti beras mengalami kenaikan hingga 5 persen

Sementara itu, komoditas lain seperti gula dan daging premium mengalami kenaikan sebesar 25 persen. Selain itu adanya pandemi di tahun-tahun sebelumnya juga telah memperburuk situasi dan menambah ketidakpastian pasokan pangan.

Pengamat ekonomi pertanian, Prof Bustanul Arifin mengatakan hal tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia. Terlebih lagi harga beras telah naik mencapai US$600 per ton.

Baca Juga: Hari Pangan Sedunia 2023 Fokus Lingkungan dan Pertanian

"Harga itu sangat tinggi ya, namun kita harus mengakui bahwa situasi ini belum seberapa dibandingkan dengan situasi global yang lebih buruk," kata Bustanul, sebagaimana yang dilansir dari kanal Youtube INDEF, Jumat (20/10/2023).

Lebih lanjut, Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah memprediksi bahwa akan ada penurunan produksi pangan selama periode tertentu. Perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu rata-rata di beberapa wilayah di Indonesia. Suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, mengurangi hasil panen, dan memperpendek musim tanam.

Bustanul pun membenarkan bahwa luas panen dan produksi pangan semuanya akan mengalami penurunan. Selain karena perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan suhu, perubahan iklim juga membuat sebagian wilayah kekurangan air yang akan berdampak pada tanaman.

"Berdasarkan data yang ada, perkiraan ini hanyalah penjelasan singkat dari apa yang terjadi hingga akhir Oktober 2023. Namun, data ini sudah menjelaskan bahwa situasi ini adalah hal yang serius dan harus segera diatasi," tukas Bustani.

Baca Juga: Harga Beras hingga Gula Meroket, Jokowi Tunjuk Zulhas Siap-siap Tambah Impor

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Naeli Zakiyah Nazah
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: