Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Permintaan Meningkat, ALS Perkuat Bisnis Melalui Solusi Laundry Komersial Premium di Indonesia

Permintaan Meningkat, ALS Perkuat Bisnis Melalui Solusi Laundry Komersial Premium di Indonesia Kredit Foto: Alliance Laundry Systems
Warta Ekonomi, Jakarta -

Alliance Laundry Systems (ALS) melihat peningkatan permintaan terhadap layanan laundry di Indonesia. Hal ini memperkuat komitmen Alliance Laundry Systems dalam menyediakan solusi laundry komersial premium bagi banyak pelaku bisnis laundry di Indonesia, dengan menghadirkan lima merek premium ke Indonesia, yaitu Speed Queen, UniMac, Huebsch, Primus, dan IPSO, sebagai solusi laundry komersial yang paling handal untuk semua kebutuhan laundry unik di Indonesia.

Sales Director - Southeast Asia of Alliance Laundry Systems, Andrew Khan, lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia, ALS melihat peningkatan permintaan laundry komersial sekitar 15% di Indonesia, dimana peningkatan ini terjadi karena adanya perubahan dari kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mencuci pakaian; dari mencuci pakaian di rumah secara bertahap beralih ke laundry kiloan dan laundry self-service, yang kini menjadi sangat populer dikalangan masyarakat. 

Baca Juga: Pertama di Indonesia, IPSO Coin Laundry Hadir di Medan

“Hal ini tercermin dari peningkatan standar hidup dan tuntutan akan kenyamanan pada keseharian mayoritas masyarakat yang cukup sibuk. Oleh karena itu, ALS melihat ini sebagai peluang laundry komersial jangka panjang di Indonesia,” ungkapAndrew, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/11/2023). 

Melihat permintaan ini, ALS juga melihat potensi signifikan untuk menciptakan peluang usaha bisnis bagi masyarakat. Untuk itu, ALS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut bergabung dalam memenuhi kebutuhan layanan laundry dengan solusi laundry komersial.

Selain menghadirkan berbagai solusi laundry, termasuk inovasi, produk, dan layanan yang ditawarkan, ALS juga berbagi keahlian melalui penggunaan teknologi digital untuk para pelaku bisnis laundry, sehingga mampu menjadikan bisnis laundry mereka berjalan lancar. 

Teknologi ini diperuntukkan bagi para pelaku bisnis untuk  berkomunikasi lebih baik dengan pelanggan mereka sehingga menjadikan proses bisnis berkembang lebih mudah.

“Ketika kami berkolaborasi dengan para mitra, kami menjadikan prioritas pada Return of Investment (ROI), terutama ketika mitra-mitra telah melakukan investasi besar dalam usaha laundry. Hal ini dikarenakan para mitra tidak ingin mesin mereka mengalami gangguan. Oleh karena itu, kami mengembangkan mesin laundry yang handal untuk dapat memberikan pengembalian investasi yang terbaik. Adapun, memastikan bahwa semua mitra memiliki akses ke layanan purna jual kami, yang mencakup perawatan, pemeliharaan, suku cadang, teknisi terampil, dan pelatihan teknisi. Kami berharap dengan cara ini, para mitra dapat menjalankan bisnis laundry yang berkelanjutan,” kata Andrew Khan.

Baca Juga: Bagaimana AI Mengoptimalisasi Marketing untuk Bisnis Anda?

ALS percaya bahwa untuk menjadi produsen laundry terkemuka di dunia, sangatlah penting untuk selalu memperhatikan faktor-faktor berikut, yaitu masyarakat - dimana masyarakat secara aktif ingin mengenal ALS sebagai produsen laundry yang unik dan terdepan. 

Oleh karena itu, ALS dalam industri laundry secara terus menerus menyampaikan pesan, dimana ALS mampu membuat kehidupan masyarakat lebih baik setiap hari dengan beragam mesin laundry yang dihadirkan ALS; Teknologi - ALS menciptakan mesin-mesin laundry yang tahan lama melalui lima merek premiumnya, dimana ini dapat memberikan para mitra peluang lebih baik untuk menghasilkan uang sebagai investor; dan terakhir, Kemitraan - ALS memiliki lebih dari 650 mitra distributor di seluruh dunia. ALS telah beroperasi di 137 negara dengan memiliki kurang lebih 4.000 karyawan.

“Dengan faktor-faktor ini yang selalu kami tanamkan, kami optimis untuk dapat mengembangkan bisnis kami di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia sebagai pasar utama kami. Kami mengantisipasi pertumbuhan dua digit di Indonesia, dimana kami akan fokus pada upaya pengembangan bisnis kami di Indonesia. Selain itu, kami mengharapkan ledakan laundromat self-service di seluruh Indonesia dalam tiga hingga empat tahun mendatang, dan ketika ini terjadi, kami sudah siap untuk bertemu dengan pelaku bisnis yang mencari mesin laundry sesuai dengan standar mereka,” tutup Andrew. 

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: