Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bank Perkuat Ekosistem Investasi, Tiga Produk Ini Jadi Incaran Generasi Muda

Bank Perkuat Ekosistem Investasi, Tiga Produk Ini Jadi Incaran Generasi Muda Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Milenial dan Gen Z dewasa ini semakin memiliki kesadaran untuk berinvestasi, terutama melalui platform investasi yang menawarkan berbagai fitur dan produk yang mudah diakses.

Sejalan dengan tren tersebut, perbankan harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengakomodasi tren preferensi tersebut dengan memperkuat ekosistem investasinya, baik melalui inovasi aplikasi baru atau dengan cara bekerja sama dengan platform investasi yang sudah ada. 

Dalam survei terbaru yang dilakukan Jakpat terkait Tren Fintech Indonesia Semester I 2023, ditemukan bahwa 50% Milenial dan Gen Z mengaku menabung dan berinvestasi sangat relevan dengan kehidupan mereka. Sebanyak 1 dari 4 dari generasi tersebut bahkan menyatakan mereka aktif mengelola portofolio investasi. 

Baca Juga: Sinergi Danamon dengan Bareksa Hadirkan Direct Debit hingga Rp1 Miliar per Hari untuk e-Investasi

Survei yang dilakukan dengan jumlah responden sekitar 1.425 tersebut melaporkan juga, Milenial dan Gen Z sangat familiar dengan investasi melalui platform investasi tertentu, termasuk aplikasi yang dikembangkan fintech.

Sekitar 60% responden menegaskan bahwa fintech sudah terdaftar dan memiliki izin resmi dari OJK sebagai dasar dari pilihan mereka. Alasan lain adalah karena memiliki metode pembayaran yang mudah (56%), dan faktor kenyamanan atau user-friendliness (52%).

“Kalau bicara soal produk investasi yang paling diincar, yang paling digemari oleh konsumen Milenial dan Gen Z ada tiga produk yaitu reksadana, saham, dan logam mulia. Ketiga produk investasi ini menduduki pilihan teratas, berdasarkan hasil survei yang kami laukukan,” ujar Aska Primardi selaku Head of Research Jakpat.

Aska menjelaskan lebih lanjut bahwa reksadana dan dan saham menduduki tempat pertama (dipilih oleh sekitar 43% orang), sementara logam mulia menduduki tempat kedua (dipilih oleh sekitar 30% orang)

Aska mengatakan, Milenial dan Gen Z tak terbantahkan lagi merupakan generasi yang melek finansial dan memahami pentingnya mengelola keuangan. Sejalan dengan preferensi produk investasi yang dipilih, tipe investor generasi muda saat ini terbagi dalam tiga kelompok.

Sebanyak 54% merupakan tipe moderate, yang mengutamakan keseimbangan antara risk dan return, 41% merupakan conservatives, yang memilih menghindari risiko, dan 5% merupakan aggressive, yang rela mengambil risiko tinggi untuk imbal hasil yang lebih tinggi.

“Mayoritas mereka mengatakan bahwa tujuan berinvestasi adalah untuk tambahan pendapatan, selain membentuk dana darurat untuk kebutuhan yang tidak terduga, dan yang lain sudah berpikir untuk mempersiapkan dana pensiun,” katanya.

Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Andreas Kurniawan mengatakan, tren investasi di kalangan generasi muda mendorong perbankan untuk merespon kebutuhan dan harapan generasi muda tersebut.

Hal ini sekaligus juga menjadi kabar gembira bagi industri keuangan, karena dengan demikian, layanan perbankan dan investasi akan terus relevan. Namun, tantangannya adalah perbankan harus memperkuat ekosistem investasinya sesuai dengan lifestyle Milenial dan Gen Z.

Baca Juga: Danamon Privilege Connect Ajak Nasabah dan Komunitas Raih Kemerdekaan Finansial dan Kesehatan

Untuk Danamon, lanjut dia, jawaban dari tantangan tersebut adalah berkolaborasi dengan Bareksa, salah satu platform investasi yang tengah berkembang dan diminati kaum muda saat ini. Dengan mengintegrasikan fitur direct debit di dalam aplikasi Bareksa, nasabah Danamon dapat sekaligus mengelola keuangan dan investasi sesuai dengan produk yang tersedia di Bareksa.

Di pihak lain, Danamon mendapatkan kesempatan untuk memperluas profile nasabah Danamon juga memfasilitasi pengguna Bareksa untuk memanfaatkan kemudahan melakukan investasi tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Danamon bahkan dapat memfasilitasi pembelian produk investasi hingga Rp1 miliar per hari, cocok dengan produk reksadana, saham, dan emas dengan nilai yang cukup besar.

“Limit Rp1 miliar tersebut merupakan tahap awal dan akan semakin ditingkatkan sejalan dengan respon nasabah. Kami ingin memperkuat komitmen untuk menjadi one-stop financial services provider yang membantu nasabah memegang kendali atas semua kebutuhan dan tujuan finansialnya,” katanya.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: