Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Otoritas Moneter Singapura Perkenalkan 5 Pilot Baru untuk Uji Tokenisasi Aset

Otoritas Moneter Singapura Perkenalkan 5 Pilot Baru untuk Uji Tokenisasi Aset Kredit Foto: Unsplash/Hu Chen
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah memperkenalkan lima pilot industri tambahan ke Project Guardian untuk menguji berbagai kasus penggunaan seputar tokenisasi aset. 

Dilansir dari laman Cointelegraph pada Kamis (16/11/2023), Project Guardian adalah inisiatif kolaboratif yang dipimpin bank sentral Singapura yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur keuangan baru menggunakan elemen keuangan terdesentralisasi (DeFi). Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar untuk meningkatkan skala pasar tertokenisasi. 

"Perkembangan di bawah Project Guardian ini akan mengkatalisasi adopsi aset digital secara institusional, dengan tujuan membebaskan likuiditas, membuka peluang investasi, dan meningkatkan efisiensi pasar keuangan,” jelas MAS yang dilansir dari laman Cointelegraph pada Kamis (16/11/2023). 

Baca Juga: Singapura Rencanakan Uji Coba Kripto dengan Jepang, Swiss, dan Inggris, Bagaimana Progresnya?

Dari 17 lembaga keuangan yang tergabung dalam Project Guardian, Citi, T. Rowe Price, dan Fidelity International sedang menguji mekanisme perdagangan aset digital bilateral, menjajaki pelaporan dan analisis perdagangan aset digital secara real-time. Ant Group sedang menguji kemampuan solusi manajemen perbendaharaan untuk meningkatkan pendanaan manajemen likuiditas secara global.

Selain itu, BNY Mellon dan OCBC telah mengambil tanggung jawab untuk menguji solusi pembayaran valuta asing lintas batas untuk pembayaran di seluruh jaringan yang heterogen. Franklin Templeton sedang menguji penerbitan dana pasar uang tokenized melalui struktur perusahaan modal variabel (VCC), sementara JPMorgan dan Apollo telah berkolaborasi untuk menangani proses manual yang memakan waktu untuk layanan aset menggunakan aset digital.

Selain lima proyek percontohan tersebut, MAS meluncurkan Global Layer One untuk mengeksplorasi desain infrastruktur digital terbuka yang akan menjadi tuan rumah bagi aset dan aplikasi keuangan yang ditokenisasi. 

Baca Juga: Bareng Dubes Singapura, Budi Arie Diskusi Kerja Sama Ekonomi Digital

Bank sentral negara tersebut juga telah berkolaborasi dengan industri keuangan untuk mengembangkan Interlinked Network Model, yang akan berfungsi sebagai kerangka kerja umum untuk bertukar aset digital di seluruh jaringan independen di antara lembaga keuangan.

MAS juga mengungkapkan masuknya IMF sebagai salah satu pembuat kebijakan Project Guardian.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nadia Khadijah Putri
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: