Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Arus Masuk Dana ke Produk Investasi Bitcoin Capai Rp23,2 Triliun Tahun 2023

Arus Masuk Dana ke Produk Investasi Bitcoin Capai Rp23,2 Triliun Tahun 2023 Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produk-produk yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (BTC) atau ETP, mencatatkan arus masuk sebesar US$312 juta (Rp4,8 triliun) pada minggu 24 November, sehingga arus masuk tahun ini mencapai sekitar US$1,5 miliar (Rp23,2 triliun) menurut data dari CoinShares. Arus masuk mingguan untuk semua mata uang kripto mencapai $346 juta, melanjutkan tren arus bersih positif selama sembilan minggu.

Dilansir dari laman Cointelegraph pada Selasa (28/11/2023), produk-produk ETP kripto mengalami arus masuk ketika sahamnya diperdagangkan di atas harga aset acuannya, sedangkan arus keluar terjadi ketika sahamnya diperdagangkan di bawah nilai aset acuannya. Karena alasan ini, arus masuk sering dilihat sebagai indikator bullish untuk pasar kripto secara keseluruhan, sedangkan arus keluar sering dilihat sebagai bearish.

Sebelum 25 September, produk ETP kripto telah mengalami arus keluar selama beberapa minggu, menurut laporan tersebut. Namun, mulai minggu 25-29 September, sektor ini mulai mengalami arus masuk mingguan yang berkelanjutan. Jumlah arus masuk juga meningkat dari waktu ke waktu. Minggu yang berakhir pada 24 November melihat arus masuk terbesar dari seluruh periode 9 minggu.

Baca Juga: Skenario Win-Win: Kesepakatan Binance-DOJ dan Persetujuan ETF Bitcoin

CoinShares menyatakan bahwa produk-produk ETP di Kanada dan Jerman merupakan bagian terbesar dari arus masuk untuk minggu ini, yaitu 87%. Arus masuk Amerika Serikat berada di angka US$30 juta (Rp463 miliar).

Saat ini, dana kripto secara keseluruhan memiliki US$45,4 miliar (Rp701 triliun) aset yang dikelola, dan termasuk tertinggi dalam 18 bulan. 

Pada laporan sebelumnya, CoinShares berspekulasi, arus masuk baru-baru ini mungkin dipengaruhi oleh meningkatnya optimisme bahwa ETF Bitcoin spot AS akan disetujui. Pada 22 November lalu, BlackRock bertemu dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) dalam upaya untuk membuat kemajuan menuju tujuan ini. Grayscale bertemu dengan SEC untuk alasan yang sama.

Baca Juga: Pikachu's Indonesia Journey Digelar di Bali, Upaya Promosi Pariwisata dan Pokemon

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nadia Khadijah Putri
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: