Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PDIP Mohon Siap-siap! Fahri Hamzah Sebut Gibran bin Jokowi Jadi Ancaman Suara Ganjar-Mahfud di Jawa Timur

PDIP Mohon Siap-siap! Fahri Hamzah Sebut Gibran bin Jokowi Jadi Ancaman Suara Ganjar-Mahfud di Jawa Timur Kredit Foto: Instagram Fahri Hamzah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut faktor Jokowi di belakang nama Gibran bisa meraup banyak dukungan suara di Jawa Timur sekaligus menggembosi suara PDIP.

Hal ini Fahri sampaikan di acara GeloraTalks #114 “Ke Mana Suara Di Jawa Timur, Muhaimin atau Gibran”, pada Rabu (29/11/23) secara daring yang disiarkan di kanal Youtube GeloraTV.

Fahri percaya faktor Jokowi bisa membuat suara PDIP di Jawa Timur tergerus sekaligus berdampak pada suara Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Mungkin PDIP secara tradisionil memang Jawa Timur kuat tapi karena adanya Gibran dianggap terafiliasi dengan Jokowi dengan elektabilitas PDIP sangat dipengaruhi dan kontribusi oleh Jokowi mungkin goncang juga basis nomor 3 (Ganjar-Mahfud),” jelasnya.

Baca Juga: PDIP Heran Prabowo Subianto-Gibran bin Jokowi Dinilai Paslon Paling Berpengalaman: Kok Baru 2 Tahun Jadi Wali Kota Disebut Berpengalaman...

Pun dengan Anies-Muhaimin yang menurut Fahri figur Cak Imin tak punya pengaruh besar di Jawa Timur.

Bagi Fahri, hanya PKB saja yang punya aflisiasi besar pada Jawa Timur tapi tidak dengan sosok Muhaimin Iskandar.

“Dan nomor 1 (Anies-Muhaimin) terkait Muhaimin yang saya baca secara tradsionil afiliasi pada PKB besar di Jatim tapi afiliasi kepada pribadi Muhaimin selama ini tak pernah besar,” tambahnya.

Beberapa faktor lain juga Fahri sebutkan di antaranya kedekatan Prabowo dengan Kiai dan pesantren yang menurutnya sudah sejak orde baru terbangun.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: