Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

IKN, Infrastruktur dan Hilirisasi: Langkah Pengusaha Saat Ditinggalkan Jokowi

IKN, Infrastruktur dan Hilirisasi: Langkah Pengusaha Saat Ditinggalkan Jokowi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konsultan Bisnis dan Pakar Marketing, Yuswohady buka suara terkait dengan nasib industri tanah air, khususnya mereka yang terdampak fokus pembangunan dari Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

IKN Nusantara, Infrastruktur dan hilirisasi yang menjadi primadona dalam mewarnai jalan ekonomi tanah air kini terdampak situasi dan ketakutan akibat ketidakpastian dari Pemilu 2024.

Baca Juga: Haikal Hassan Sebut Jokowi Sudah 'Taubat': Indonesia Carut Marut karena PDIP

Uncertainty, unpredictable, dan volatile. Perubahan kondisinya terlalu cepat, dan polanya terlalu abstrak untuk dicermati. Banyak pemangku kebijakan yang mengambil kebijakan yang populis, dan tidak substansial, serta kerap kali tidak pro-bisnis,” ungkapnya dilansir pada Jumat (8/12).

Yuswohady menunjukkan terdapat sejumlah skenario yang muncul dari pesta demokrasi kali ini. Perubahan atau Keberlanjutan, dua hal ini menjadi fokus utama dalam analisisnya. Misalnya terkait dengan Pembangunan dari IKN.

Jika pemerintahan baru terpilih baik challenger atau status-quo yang menang dan kebijakan pembangunan IKN menjadi fokus utama berarti dilanjutkan atau pun tidak dilanjutkan maka beberapa skenario yang akan terjadi sebagai berikut:

  • Skenario A: Pengusaha harus melakukan pendekatan kepada challenger dengan mengetahui arah dan paradigma pembangunan IKN
  • Skenario B: Pengusaha menemukan kondisi ideal untuk memperkuat kerja sama existing, dan leveraging strategic partnership
  • Skenario C: Pengusaha harus menarik investasi, dan mempertahankan UU untuk tidak maju JR di MK dan MA
  • Skenario D: Pengusaha harus melakukan lobbying untuk mempertahankan kebijakan atau menarik investasi secepatnya.

Sementara jika pemerintahan baru terpilih baik challenger atau status-quo yang menang dan kebijakan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama berarti dilanjutkan atau pun tidak dilanjutkan maka beberapa skenario yang akan terjadi sebagai berikut:

  • Skenario A: Pengusaha harus melihat perbedaan prioritas pembangunan infrastruktur/ perbedaan point of view. Approach infrastruktur yang berbeda.
  • Skenario B: Pengusaha menemukan kondisi ideal, khususnya bagi pelaku bisnis konstruksi dan manufaktur. Melanjutkan proyek existing dan terjaminnya keberlanjutan
  • Skenario C: Pengusaha harus fokus pada pembangunan di sektor lain: penguatan fiscal dan SDM
  • Seknario D: Pengusaha harus melakukan shifting kerja sama, spin-off dan penarikan investasi.

Adapun jika pemerintahan baru terpilih baik challenger atau status-quo yang menang dan kebijakan hilirisasi menjadi fokus utama berarti dilanjutkan atau pun tidak dilanjutkan maka beberapa skenario yang akan terjadi sebagai berikut:

Baca Juga: Hadapi Resesi, Dua Fenomena Ini Bisa Dimanfaatkan Sektor Industri

  • Skenario A: Pengusaha harus melakukan pendekatan dengan pemenang pemilu dan menjalin kerja sama strategis.
  • Skenario B: Pengusaha menemukan kondisi ideal untuk proyek hilirisasi dan menyempurnakan kerja sama sebelumnya di sektor yang lain,
  • Skenario C: Pengusaha harus bersiap akan konsekuensi logis dari tidak dilanjutkannya hilirisasi adalah maraknya ekspor barang mentah
  • Seknario D: Pengusaha harus melakukan lobby ke pemerintah non-eksekutif, yakni pendekatan ke parlemen

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: