Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PKS Kritik Wacana Bea Masuk 200 Persen: Bisa Kacau

PKS Kritik Wacana Bea Masuk 200 Persen: Bisa Kacau Kredit Foto: PKS
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti wacana hadirnya aturan pemberlakukan bea masuk impor hingga 200 persen. Pihaknya mendorong kebijakan tersebut untuk dikaji secara mendalam agar tepat sasaran di Indonesia.

Elite PKS, Mulyanto misalnya, ia menilai kebijakan tersebut harus diluncurkan secara selektif, khususnya dalam menetapkan kebijakan bea masuk agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

Baca Juga: PKS Ungkit Pilpres Hasil Tangan Ketua KPU: Penuh Kontroversi, Sarat Tuduhan Kecurangan

“Kebijakan seperti ini harus selektif, harus dipilah dulu mana produk impor yang berupa produk jadi dan berupa bahan baku industri. Tidak bisa digebyah-uyah,” ujarnya dilansir Sabtu (06/07/2024).

Mulyanto mengatakan, kebijakan tidak tepat bisa merusak ekosistem industri nasional. Bea masuk tinggi harus ditargetkan kepada barang atau komoditas yang memang tak bisa diproduksi di Indonesia.

“Sementara untuk bahan baku atau bahan komponen untuk produksi industri dalam negeri, maka pengenaan bea masuk yang tinggi, justru akan kontra produktif bagi kinerja industri domestik. Jangan semua barang impor diperlakukan sama. Bisa kacau nanti,” pungkasnya.tah seenaknya saja membuat aturan impor. Akibatnya justru mematikan industri di tanah air.

Meski begitu pemerintah juga diminta jangan seperti bandul bergerak dari ekstrim kiri menuju ekstrim kanan dan bersifat reaktif secara berlebihan terkait dengan serbuan produk impor karena kebijakan seperti itu akan tetap tidak optimal bagi pembangunan industri nasional.

Menurut Mulyanto yang perlu pembatasan hanyalah produk-produk impor, dimana produk sejenis sudah diproduksi secara domestik. Tanpa pembatasan terjadilah kasus seperti industri tekstil dan turunannya.

Baca Juga: Asosiasi Tekstil Apresiasi Langkah Menteri Perindustrian Tekan Barang Impor

“Disinilah pentingnya koordinasi antar Kementerian, khususnya Kemendag dengan Kemenperin. Kalau tidak karena soal superioritas atau arogansi sektoral, tentunya koordinasi tersebut dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: