Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Emiten Untung Diharapkan Bagikan Dividen ke Pemegang Saham

Emiten Untung Diharapkan Bagikan Dividen ke Pemegang Saham Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT KDB Tifa (TIFA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunanan (RUPS) telah memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski mencetak keuntungan senilai Rp59,66 miliar. 

Mengenai hal tersebut, Direktur Pengawasan Transaksi BEI Kristian Manulang menyampaikan harapannya agar emiten yang mendapatkan keuntungan dari pasar modal Indonesia membagikan dividen ke para pemegang saham.

"Harapan kita semua kedepannya emiten yang mendapatkan untung ya bagi dividen," ujarnya di Jakarta, Senin (8/7/2024).

Sementara itu, Head of Costumer Literation & Education PT Kiwoom Sekuritas Octavianus Audi Kasmarandana mengatakan perusahaan yang tidak membagikan dividennya, padahal mendapatkan keuntungan akan mendapatkan sanksi negatif dari para pelaku pasar. Artinya, saham KDB Tifa yang dijual tidak akan laku di pasaran. 

"Ini akan menjadi beban investor dan spekulasi pasar akan berdampak negatif. Pelaku pasar menjadi tidak tertarik untuk membeli saham KDB Tifa," ujar Octavianus.

Baca Juga: Cetak Laba Bersih Rp59,66 Miliar di 2023, KDB Tifa Tetap Puasa Bagi Dividen

Berdasarkan keputusan RUPST pemegang saham TIFA menyepakati untuk menggunakan laba perusahaan tahun buku 2023 yang akan ditahan dengan rincian sebesar Rp50 juta dialokasikan sebagai dana cadangan. Kemudian, sebanyak Rp 59,61 miliar sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

Asal tahu saja, sejak diakuisisi oleh Korean Development Bank pada September 2020 lalu, TIFA puasa bagi dividen. Tahun lalu, pemegang saham kala itu juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2022 dengan penggunaan laba bersih Rp 57,06 miliar untuk dibukukan sebagai dana cadangan sebesar Rp 50 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja perseroan.

Selain itu, KDB Tifa juga belum mematuhi saham free float minimal sebesar 7,5% sesuai regulasi yang ada di pasar modal saat ini. Selain itu, dominasi kepemilikan asing yang dimiliki KDB sebesar 84,6%. 

KDB Tifa Finance harus menghadapi konsekuensi yaitu delisting dari lantai bursa, jika tidak mematuhi ketentuan sesuai Peraturan Bursa nomor 1A tentang Pencatatan Saham Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: