Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menjelang Senior Expo, Pameran Khusus Dunia Lansia yang akan Digelar di Jakarta

Menjelang Senior Expo, Pameran Khusus Dunia Lansia yang akan Digelar di Jakarta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia Mendukung Lansia – Hidup Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif. Setiap orang, apabila diberikan anugerah, akan menjadi tua. Pada fase kehidupan di masa ini, banyak perubahan yang terjadi, baik secara fisik maupun mental. Seseorang dianggap memasuki masa lanjut usia (lansia) apabila telah berusia 60 tahun. 

Secara global, penduduk dunia tengah mengalami tren “ageing population”, dimana jumlah populasi lansia terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, menurunnya angka kelahiran yang mengurangi penduduk usia muda, meningkatnya layanan kesehatan termasuk akses pada faskes, obat – obatan, teknologi medis, hingga edukasi sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan. 

“Di Indonesia, total persentase populasi warga lansia mencapai 11.75% di tahun 2023, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 10.48%. Hal ini berarti 1 dari 10 orang di Indonesia adalah seorang lansia, yang mengalami berbagai perubahan, jasmani dan rohani, dalam kehidupan sehari – harinya. Perubahan yang umum terjadi adalah penurunan kondisi fisik, berkurangnya aktivitas dan kegiatan yang akhirnya juga memicu perubahan secara psikologis dan mental,” ujar Nida Rohmawati, Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI saat hadir di acara Media Gathering & Show Update SENIOR EXPO di Jakarta (11/7) yang dihadiri juga oleh; Tanto Budiharto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Integrasi Puskes TNI; Kuntjoro Harimurti, Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia – PERGEMI,; dan  Grace Walandouw, SpKFR Siloam Agora.

Jumlah populasi yang cukup signifikan ini tentunya menjadi perhatian Pemerintah, serta pertimbangan dalam merumuskan kebijakan, peraturan dan undang – undang yang mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Dijelaskan bahwa pemerintah dengan Permenkes No 6 Tahun 2024 mengatur standar pelayanan minimal bidang kesehatan bagi warga lansia yang mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta skrining faktor risiko seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, dan lainnya dimana hasil skrining akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan atau melakukan rujukan atau memberikan penyuluhan kesehatan yang sesuai. 

Lebih lanjut Nida Rohmawati, mengatakan, dalam menjaga kesehatannya, penting bagi seorang lansia untuk juga memiliki gaya hidup yang aktif, dalam hal ini, berolah raga secara rutin dan teratur. Salah satu kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia adalah osteoporosis, terutama paling sering terjadi pada wanita. 

Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 23% pada wanita usia 50 – 80 tahun dan lebih dari dua kali lipat, yaitu 53% pada wanita berusia 80 tahun ke atas. 

“Tulang yang sehat adalah harta yang berharga, terutama bagi kaum lansia. Kami di Perwatusi memiliki visi untuk Indonesia melawan osteoporosis. Bagi warga lansia, kami merancang program senam yang dapat dilakukan dengan mudah oleh para warga lansia dari rumah,” tambah Anita Hutagalung, Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia – PERWATUSI.

Jumlah populasi lansia yang cukup signifikan ini tentunya menimbulkan segmen tersendiri baik dari segi akses pada pelayanan kesehatan, nutrisi, olah raga, serta berbagai produk dan layanan yang menunjang peningkatan kualitas hidup kaum lansia. “Sebagai sebuah kegiatan pameran yang menghadirkan produk dan layanan khusus bagi kesehatan dan kebugaran lansia, SENIOR EXPO diselenggarakan sebagai wadah bagi industri untuk memperkenalkan produk dan layanannya, untuk berinteraksi dengan buyers dan users, warga lansia, keluarganya dan caregivernya. Peluang untuk bertemu langsung dengan users juga menjadi hal yang penting bagi industri untuk mendapatkan feedback langsung mengenai produk dan layanannya dari users.” kata Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa, penyelenggara SENIOR EXPO. “Berbagai aktivitas juga diadakan saat SENIOR EXPO dimana para pengunjung akan dapat berpartisipasi, seperti skrining kesehatan, yoga bersama, senam osteoporosis, try out berbagai produk rehabilitasi medis dan lainnya. SENIOR EXPO dirancang untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. “Pada kesempatan ini, kami juga meluncurkan 2 hal baru di SENIOR EXPO : DISABILITY & REHABILITATION EXPO – yang membawa produk dan layanan bagi penyandang disabilitas, dan gerakan #kerenpakaitongkat – yang bertujuan untuk menyemangati warga lansia untuk tidak enggan atau malu untuk menggunakan tongkat. Semua kegiatan dan program ini kami dedikasikan bagi kualitas hidup yang lebih baik, untuk lansia, penyandang disabilitas, dan pasien dengan mobilitas terbatas.” lanjut Teddy Halim.

SENIOR EXPO akan diselenggarakan pada tanggal 21 – 23 November 2024 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Tahun ini, SENIOR EXPO akan memasuki edisi kedua dan didukung oleh Alzheimer’s Indonesia – ALZI, Asosiasi Senior Living Indonesia – ASLI, Asosiasi Toilet Indonesia – ATI, Himpunan Desainer Interior Indonesia – HDII, Ikatan Fisioterapi Indonesia – IFI, Indonesia Sports Medicine Centre – ISMC, Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia – PDGKI, Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia – PDHMI, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga – PDSKO, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi – PERDOSRI Jaya, Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia – PERGEMI, dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia – PERWATUSI. Pengunjung dapat hadir dengan mendaftar online, tanpa dikenakan biaya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Advertisement

Bagikan Artikel: