Sudah Setor Rp10,8 Triliun ke Negara, Bos BRI Pamer ke Sri Mulyani: Ini Baru Uang Muka, Bu!

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menyetor dividen sebesar Rp10,8 triliun ke kas negara. Angka tersebut merupakan bagian dari dividen interim yang dibayarkan bank pelat merah tersebut untuk tahun buku 2024.
"BRI juga berkontribusi terhadap keuangan negara, sudah tentu melalui setoran dividen dan pajak, yang sama dalam tiga tahun terakhir ini telah mencapai Rp98,4 triliun. Termasuk di tanggal 16 kemarin, kita sudah nyicil bayar dividen interim porsi negara Rp10,8 triliun," ujar Direktur Utama BRI Sunarso saat menyampaikan pencapaian ini langsung di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Baca Juga: BRI Hapus Utang UMKM Rp71 Triliun! Airlangga: Ini Bentuk Keberpihakan Pemerintah ke Masyarakat
Sunarso pun menegaskan bahwa pembayaran ini masih bersifat "uang muka", karena BRI masih akan menyetorkan dividen tambahan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Saya pamer ini di depan Ibu Menteri Keuangan, ini baru uang muka ya Bu, nanti masih ada pelunasannya setelah RUPS ya," tambahnya.
Asal tahu saja, BRI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp20,33 triliun pada Rabu, 15 Januari 2025. Jumlah ini setara dengan Rp135 per lembar saham dan dibagikan kepada seluruh pemegang saham BRI.
Baca Juga: BRI Tebar Dividen, Setor Rp10,88 Triliun untuk Kas Indonesia
Berdasarkan kepemilikan saham, negara menguasai 53,51% atau setara 80,61 miliar saham BRI, sementara 46,49% saham lainnya dimiliki publik. Dengan komposisi ini, dari total dividen Rp20,33 triliun, pemerintah menerima Rp10,88 triliun, sedangkan pemegang saham publik mendapatkan Rp9,45 triliun.
Pembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan BRI per 30 September 2024, di mana perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp45,36 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement