RI Surplus 57 Bulan Berturut-Turut, Periode Januari 2025 Catatkan USD 3,45 Miliar
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Mendag Budi memaparkan, kinerja impor Januari 2025 masih didominasi bahan baku dan penolong dengan pangsa 72,43 persen, diikuti barang modal 18,43 persen, dan barang konsumsi 9,14 persen.
“Pada Januari 2025, hanya impor barang modal yang meningkat secara tahunan sebesar 1,74 persen (YoY). Di sisi lain, impor barang konsumsi turun 7,16 persen serta bahan baku dan penolong turun 3,15 persen (YoY),” ungkap Mendag.
Barang modal yang impornya naik signifikan, antara lain, mesin moulding, oven, elevator dan konveyor pneumatik, tank, dan komponen ponsel. Sementara itu, impor bahan baku dan penolong yang turun paling dalam adalah jagung, bijih besi, ban, besi atau baja bukan paduan setengah jadi, dan broken rice untuk pakan ternak. Kemudian, impor barang konsumsi yang juga turun adalah beras, pendingin ruangan, popok dan pad, mentega, dan bensin.
Beberapa produk impor nonmigas dengan kenaikan signifikan secara tahunan pada Januari 2025 ini, antara lain, kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) yang naik 430,72 persen; kakao dan olahannya (HS 18) 315,66 persen; garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) 88,71 persen; pupuk (HS 31) 69,47 persen; dan bahan kimia anorganik (HS 28) 50,75 persen (YoY).
Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan AS dengan total pangsa 53,20 persen dari total impor nonmigas Januari 2025. Beberapa negara asal impor nonmigas dengan kenaikan tertinggi secara tahunan di antaranya adalah Ekuador yang naik 565,04 persen, Uni Emirat Arab 65,75 persen, Hongkong 62,19 persen, Argentina 59,24 persen dan Inggris 33,68 persen (YoY).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: